Guru Profesional dan Tantangan Pendidikan Abad 21: Rekonstruksi Semangat Pengembangan Kompetensi Guru PAI

Authors

  • Thoyibah UIN KH.Abdurrahman Wahid Pekalongan Author
  • Muslih Author

DOI:

https://doi.org/10.28918/5706y127

Abstract

Transformasi pendidikan pada abad ke-21 mengharuskan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk senantiasa mengembangkan kemampuan pedagogik, memperkuat literasi digital, serta memiliki kapasitas adaptif terhadap berbagai perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan. Akan tetapi, kondisi empiris memperlihatkan bahwa setelah memperoleh status profesional melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG), sebagian guru PAI justru mengalami kecenderungan stagnasi dalam pengembangan kompetensinya. Penelitian ini diarahkan untuk mengkaji secara mendalam berbagai tantangan profesionalisme guru PAI pasca mengikuti PPG sekaligus merekonstruksi paradigma penguatan kompetensi berbasis lifelong learning sebagai respons terhadap dinamika pendidikan modern. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), melalui telaah kritis terhadap berbagai jurnal nasional maupun internasional bereputasi, regulasi pendidikan, serta literatur relevan yang diterbitkan dalam rentang lima tahun terakhir. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa persoalan utama yang dihadapi guru PAI mencakup lemahnya budaya belajar sepanjang hayat, keterbatasan penguasaan literasi digital dalam praktik pedagogis, rendahnya budaya akademik di kalangan guru, serta kuatnya orientasi administratif profesionalisme setelah sertifikasi diperoleh. Di samping itu, karakteristik peserta didik generasi digital yang terus berkembang menuntut guru PAI untuk lebih reflektif, inovatif, dan tanggap terhadap perkembangan teknologi maupun perubahan sosial-keagamaan. Sebagai bentuk solusi, penelitian ini menawarkan rekonstruksi profesionalisme guru PAI melalui penguatan paradigma guru sebagai lifelong learner, pengembangan budaya akademik yang berkelanjutan, serta peningkatan kompetensi digital pedagogis sebagai landasan utama profesionalisme yang berkesinambungan. Adapun kebaruan penelitian ini terletak pada analisis kritis mengenai fenomena stagnasi kompetensi guru PAI pasca PPG yang hingga kini masih relatif jarang dibahas secara spesifik dalam kajian pendidikan Islam kontemporer.

 

Keywords:

profesionalisme

References

[1] D. Afriyani and Z. Sesmiarni, “Pendampingan berkelanjutan dalam peningkatan kompetensi profesional guru Pendidikan Agama Islam,” Jurnal Pendidikan Islam Kontemporer, vol. 8, no. 1, pp. 10–18, 2025.

[2] A. Y. Anisa, Implikasi Penerapan Kurikulum Merdeka terhadap Kompetensi Pedagogik Guru PAIBP di SMA Bakti Ponorogo. Ponorogo, Indonesia: IAIN Ponorogo, 2025.

[3] N. Anisyah, M. Sahroni, M. Hamdan, and K. M. R. Rosadi, Manajemen Perubahan Lembaga Pendidikan Islam. Jakarta, Indonesia: Penerbit Pendidikan Islam, 2025.

[4] A. Arifuddin, Peran Guru Pamong dalam Meningkatkan Profesionalisme Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Berbasis LMS. Palu, Indonesia: UIN Datokarama, 2025.

[5] N. Azizah and A. Karim, “Penguatan pedagogi digital dan etika digital guru PAI di era post-truth,” Jurnal Teknologi Pendidikan Islam, vol. 6, no. 2, pp. 85–95, 2024.

[6] N. Azizah, A. Rahman, and D. Putri, “Krisis moral generasi digital dan tantangan pendidikan agama Islam kontemporer,” Jurnal Pendidikan Karakter Islam, vol. 5, no. 1, pp. 110–120, 2024.

[7] J. W. Creswell, Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches, 5th ed. California, CA, USA: Sage Publications, 2021.

[8] R. Dewi, A. Mulyadi, and T. Chin, “Beban administratif dan stagnasi profesionalisme guru pasca sertifikasi,” Jurnal Manajemen Pendidikan Indonesia, vol. 9, no. 1, pp. 1–10, 2025.

[9] S. Faradilla and S. Fadillah, “Dampak microlearning terhadap profesionalisme guru di era pendidikan digital,” Cemara Education and Science, vol. 3, no. 1, pp. 60–70, 2025.

[10] M. Fauzi, “Media pembelajaran interaktif dalam meningkatkan keterlibatan peserta didik generasi digital,” Jurnal Teknologi Pembelajaran, vol. 4, no. 2, pp. 98–106, 2021.

[11] H. Hardiansyah and S. Sriyanti, “Strategi dan tantangan implementasi Pendidikan Agama Islam di madrasah (Kajian literature review),” Edu Society: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, vol. 5, no. 2, pp. 70–81, 2025.

[12] U. Hasanah, “Internalisasi nilai-nilai Islam moderat dalam pembelajaran abad ke-21,” Jurnal Pendidikan Islam Modern, vol. 7, no. 1, pp. 98–106, 2024.

[13] M. Hasim, A. Rahmat, and I. Yusuf, “Stagnasi kompetensi guru pasca Pendidikan Profesi Guru dalam perspektif profesionalisme berkelanjutan,” Jurnal Profesi Guru Indonesia, vol. 6, no. 1, pp. 5–12, 2025.

[14] M. D. Haq and N. T. Prasetiyo, “Deep learning sebagai pendekatan transformasional dalam pendidikan: Sebuah tinjauan literatur,” Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, vol. 8, no. 1, pp. 82–95, 2025.

[15] A. Hidayat, “Rekonstruksi pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis media digital,” Jurnal Pendidikan Islam dan Teknologi, vol. 5, no. 2, pp. 72–80, 2024.

[16] R. Hidayat and M. Anwar, “Pengaruh sertifikasi terhadap peningkatan kinerja guru Pendidikan Agama Islam,” Jurnal Pendidikan Islam, vol. 9, no. 1, pp. 88–96, 2021.

[17] Y. Iriantara, A. Purnamasari, A. Suryana, and A. F. Amanu, Analisis Kebijakan Pendidikan: Teori, Praktik, dan Implementasi. Bandung, Indonesia: Widina Media Utama, 2025.

[18] A. Khusnah, “Strategi kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi profesionalisme guru di MI Al Huda II Kedamean Gresik,” Al-Hasib: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, vol. 5, no. 2, pp. 61–70, 2025.

[19] M. Koda and S. Miradj, “Lifelong learning sebagai paradigma profesionalisme guru abad ke-21,” Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, vol. 15, no. 1, pp. 100–110, 2025.

[20] J. König, D. J. Jäger-Biela, and N. Glutsch, “Adapting to online teaching during COVID-19 school closure: Teacher education and teacher competence effects among early career teachers in Germany,” European Journal of Teacher Education, vol. 43, no. 4, pp. 608–622, 2020.

[21] K. Krippendorff, Content Analysis: An Introduction to Its Methodology, 4th ed. California, CA, USA: Sage Publications, 2020.

[22] R. G. Kurniawan, Pembelajaran Diferensiasi Berbasis Deep Learning: Strategi Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning. Jakarta, Indonesia: Pustaka Edukasi, 2025.

[23] T. Kurniawan, “Moderasi beragama dan tantangan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di era digital,” Jurnal Studi Islam Kontemporer, vol. 6, no. 2, pp. 112–120, 2024.

[24] R. Maulana, D. Siregar, and H. Putra, “Literasi digital guru Pendidikan Agama Islam dalam pembelajaran berbasis teknologi,” Jurnal Teknologi Pendidikan, vol. 11, no. 2, pp. 118–126, 2023.

[25] L. J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung, Indonesia: Remaja Rosdakarya, 2021.

[26] A. Mulyadi and N. Fadilah, “Penguatan moderasi beragama dalam pembelajaran PAI di sekolah menengah,” Jurnal Pendidikan Islam Nusantara, vol. 4, no. 1, pp. 90–99, 2023.

[27] M. Mungalim, “Implementasi blended learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di era digital,” Jurnal Pendidikan dan Teknologi Islam, vol. 7, no. 1, pp. 50–60, 2025.

[28] N. A. N. Murniati, M. Mutoharoh, F. D. Lintong, and N. Nurjanah, Profesionalisme Guru dalam Pembelajaran. Yogyakarta, Indonesia: Deepublish, 2026.

[29] M. Nurhadi, “Tantangan era post-truth terhadap pendidikan agama Islam di ruang digital,” Jurnal Dakwah dan Pendidikan Islam, vol. 3, no. 2, pp. 50–58, 2022.

[30] S. Nurhalimah, “Kompetensi digital guru dan kualitas pembelajaran abad ke-21,” Jurnal Pendidikan Modern, vol. 10, no. 1, pp. 66–75, 2025.

[31] Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), Education at a Glance 2023: OECD Indicators. Paris, France: OECD Publishing, 2023. doi: 10.1787/e13bef63-en.

[32] Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), PISA 2022 Results (Volume I): The State of Learning and Equity in Education. Paris, France: OECD Publishing, 2023. doi: 10.1787/53f23881-en.

[33] M. Q. Patton, Qualitative Research & Evaluation Methods, 4th ed. California, CA, USA: Sage Publications, 2019.

[34] H. Prasetyo, “Krisis moral generasi digital dan tantangan pendidikan karakter,” Jurnal Pendidikan Karakter, vol. 12, no. 1, pp. 60–68, 2021.

[35] H. Prasetyo and A. Widodo, “Profesionalisme guru dan budaya belajar berkelanjutan pada era digital,” Jurnal Pendidikan Indonesia, vol. 10, no. 1, pp. 60–68, 2021.

[36] F. Rahman, “Peran guru Pendidikan Agama Islam dalam menghadapi transformasi pendidikan digital,” Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, vol. 8, no. 1, pp. 40–48, 2023.

[37] F. Rahman and M. Syahputra, “Moderasi beragama dan tantangan guru PAI di era media digital,” Jurnal Studi Pendidikan Islam, vol. 12, no. 1, pp. 72–80, 2023.

[38] N. Ramadhani, “Rekonstruksi pengembangan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam pada pendidikan abad ke-21,” Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, vol. 9, no. 2, pp. 140–148, 2024.

[39] E. S. Ramdani, H. Nurshobahi, and K. Bariyah, Kebijakan Inovasi dalam Pengelolaan Pendidikan Agama Islam. Bandung, Indonesia: Penerbit Pendidikan Islam, 2025.

[40] M. Ramadhon and U. Baroroh, “Profesionalisme guru PAI pasca Pendidikan Profesi Guru dalam perspektif pengembangan berkelanjutan,” Jurnal Pendidikan Islam Kontemporer, vol. 7, no. 1, pp. 13–21, 2025.

[41] W. P. Raprap, R. Rustiyana, N. Firdaus, and W. P. Pitaloka, The Act of Teaching dalam Era Disrupsi: Dari Ruang Kelas ke Ruang Digital. Bandung, Indonesia: Edu Publisher, 2025.

[42] A. Ridwan, “Radikalisme digital di kalangan pelajar dan penguatan moderasi beragama,” Jurnal Sosial Keagamaan, vol. 5, no. 1, pp. 68–75, 2022.

[43] D. Sari and M. Abdullah, “Karakteristik generasi digital dalam pembelajaran abad ke-21,” Jurnal Pendidikan Modern, vol. 8, no. 2, pp. 84–90, 2022.

[44] R. Setiawan, “Kompetensi guru abad ke-21 dalam menghadapi transformasi pendidikan digital,” Jurnal Pendidikan Nasional, vol. 3, no. 1, pp. 48–55, 2021.

[45] H. Snyder, “Literature review as a research methodology: An overview and guidelines,” Journal of Business Research, vol. 104, pp. 333–339, 2019.

[46] S. Suyitno, I. Rahmawati, and M. Fadli, “Dampak Pendidikan Profesi Guru terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru,” Jurnal Pendidikan Profesi Guru, vol. 3, no. 2, pp. 198–206, 2022.

[47] UNESCO, Global Education Monitoring Report 2023: Technology in Education: A Tool on Whose Terms? Paris, France: UNESCO, 2023.

[48] UNESCO Institute for Lifelong Learning, Embracing a Culture of Lifelong Learning. Hamburg, Germany: UNESCO Institute for Lifelong Learning, 2022.

[49] J. Voogt and N. P. Roblin, “A comparative analysis of international frameworks for 21st century competences: Implications for national curriculum policies,” Journal of Curriculum Studies, vol. 54, no. 5, pp. 545–566, 2022.

[50] S. Wahyuni, “Penguatan spiritualitas peserta didik melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam humanis,” Jurnal Pendidikan Islam Humanis, vol. 4, no. 2, pp. 80–88, 2023.

[51] M. Yusuf and A. Anwar, “Kompetensi komunikasi dan kolaborasi guru Pendidikan Agama Islam pada generasi digital,” Jurnal Pendidikan Islam Kontemporer, vol. 5, no. 2, pp. 125–133, 2023.

[52] M. Yusuf, A. Rahim, and D. Kurnia, “Kompetensi digital guru agama dalam pembelajaran berbasis teknologi,” Jurnal Teknologi Pendidikan Islam, vol. 6, no. 3, pp. 305–314, 2023.

[53] F. Zahfa, I. S. Pohan, and A. Akbar, “Transformasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam melalui teknologi digital pada Kurikulum Merdeka,” Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Agama Islam, vol. 2, no. 1, pp. 33–45, 2025.

[54] M. Zed, Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta, Indonesia: Yayasan Obor Indonesia, 2020.

Downloads

Published

31-05-2026

Article Statistics

24 Views
40 Downloads

Issue

Section

Articles