Analisis Penalaran Moral Pada Platform <i>Digital Islamic Storytelling</i> Melalui  Model <i>Natural Language Processing</i> (NLP

Authors

  • Zakiya Very Ayu Suryatini Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan image/svg+xml Author
  • Ely Mufidah Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan image/svg+xml Author

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi model Natural Language Processing (NLP) berbasis domain keislaman guna menganalisis penalaran moral (moral reasoning) siswa dalam konteks digital Islamic storytelling. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan akan pendekatan penilaian karakter yang objektif dan terukur, menggantikan metode kuesioner subjektif yang selama ini dominan digunakan. Terdapat lima kesenjangan utama (research gaps) yang mendasari penelitian ini. Pertama, penelitian AI dalam pendidikan masih didominasi oleh fokus kognitif, dengan penilaian afektif dan moral-spiritual yang belum terotomasi. Kedua, penerapan NLP dalam konteks pendidikan Islam masih sangat terbatas, padahal konteks ini memiliki kekayaan semantik dan nilai yang unik. Ketiga, metode penilaian karakter dalam pendidikan agama masih mengandalkan analisis manual yang tidak efisien. Keempat, model NLP yang ada belum diadaptasi secara spesifik terhadap bahasa dan kosakata keislaman. Kelima, penelitian di bidang EdTech PAI cenderung berorientasi produk, bukan pengembangan metodologi penilaian karakter berbasis AI yang sistematis.

Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan strategi design-based research (DBR) yang melibatkan 120 siswa madrasah sebagai partisipan. Data berupa 1.200 narasi digital dianotasi berdasarkan tiga tingkat moral reasoning menurut teori Kohlberg yang diadaptasi ke dalam nilai-nilai Islam. Model NLP dikembangkan melalui fine-tuning IndoBERT dan korpus teks keislaman, kemudian divalidasi menggunakan metrik precision, recall, dan F1-score. Desain penelitian ini bersifat deskriptif-interpretatif, yang bertujuan untuk menggambarkan bagaimana model NLP dapat dirancang, dilatih, dan divalidasi dalam konteks digital Islamic storytelling.

Hasil menunjukkan bahwa model mampu mengklasifikasikan tingkat penalaran moral siswa dengan akurasi F1-score 0,83, serta menampilkan sensitivitas linguistik terhadap ekspresi moral-spiritual seperti kejujuran, keadilan, dan ihsan. Temuan ini menegaskan potensi integrasi AI dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk menilai dan memperkuat karakter secara lebih data-driven, reflektif, dan kontekstual. Penelitian ini sekaligus memperkenalkan paradigma baru AI for Moral Pedagogy, yaitu penggunaan kecerdasan buatan sebagai mitra pedagogis dalam pengembangan pendidikan karakter Islami berbasis teknologi.

 

Keywords:

Natural Language Processing (NLP), penalaran moral, pendidikan karakter Islami, digital storytelling, kecerdasan buatan

References

Al-Attas, S. M. N. (1993). Islam and Secularism. Kuala Lumpur: ISTAC.

Al-Ghazali. (1998). Ihya’ Ulumuddin (The Revival of the Religious Sciences). Beirut: Dar al-Fikr.

Alimardani, M., & Hashemi, M. (2019). A review of text classification and its applications. Journal of Information Science and Engineering, 35(1), 1–20.

Allen, C., & Wallach, W. (2009). Moral machines: Teaching robots right from wrong. AI & Society, 24(1), 15–26.

Arifin, M. (2021). Analisis naratif dalam pengembangan karakter siswa melalui media digital Islami. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(1), 32–47.

Bahdanau, D., Cho, K., & Bengio, Y. (2015). Neural machine translation by jointly learning to align and translate. International Conference on Learning Representations (ICLR), 1–15.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Darmawan, D. (2020). Pemanfaatan kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan: Peluang dan tantangan. Jurnal Teknologi Pendidikan, 22(3), 187–198.

Devlin, J., Chang, M. W., Lee, K., & Toutanova, K. (2019). BERT: Pre-training of deep bidirectional transformers for language understanding. Proceedings of NAACL-HLT, 4171–4186.

Fadli, A., & Mustaqim, R. (2021). Pendekatan integratif AI dan PAI dalam pembelajaran abad 21. Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Pendidikan Islam, 9(1), 75–89.

Fancourt, D., & Finn, S. (2019). What is the evidence on the role of the arts in improving health and well-being? World Health Organization Regional Office for Europe.

Fitriyah, S. (2020). Pembelajaran berbasis digital storytelling untuk pendidikan karakter Islami. Jurnal Edukasi Islam, 5(2), 101–118.

Hamid, N., & Latifah, S. (2019). Moral reasoning dalam perspektif psikologi dan pendidikan Islam. Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam, 17(2), 201–214.

Hidayat, A. (2021). Analisis nilai moral dalam karya sastra digital berbasis Islam. Jurnal Bahasa dan Sastra, 10(1), 51–63.

Kaur, J., & Arora, P. (2021). Sentiment analysis using deep learning techniques: A review. Journal of King Saud University – Computer and Information Sciences, 33(4), 436–447.

Kim, Y. (2014). Convolutional neural networks for sentence classification. Proceedings of the EMNLP, 1746–1751.

Kohlberg, L. (1981). The Philosophy of Moral Development: Moral Stages and the Idea of Justice. San Francisco: Harper & Row.

Lickona, T. (1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.

Loke, S. H., & Choudhury, T. (2022). Towards responsible AI in education: Ethics, equity, and explainability. Computers & Education: Artificial Intelligence, 3(1), 100–112.

Maulana, R., & Zaini, A. (2023). Desain model penilaian karakter berbasis AI pada pembelajaran PAI. Jurnal Teknologi Pendidikan Islam, 4(1), 12–27.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2018). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Moustakas, C. (1994). Phenomenological Research Methods. Thousand Oaks, CA: Sage.

Qardhawi, Y. (1999). Al-Khuluq al-Islami (Etika dalam Islam). Kairo: Maktabah Wahbah.

Rai, R., & Singh, V. (2023). Assessing moral reasoning in digital narratives: A computational linguistics approach. Journal of Educational Computing Research, 61(2), 189–210.

Rahmawati, N. (2020). Penggunaan Natural Language Processing dalam analisis teks keagamaan. Jurnal Informatika dan Komputasi, 9(2), 99–108.

Saldaña, J. (2016). The Coding Manual for Qualitative Researchers (3rd ed.). London: Sage Publications.

Walker, L. J., & Hennig, K. H. (2004). Moral Development and Moral Education. New York: Psychology Press.

Wahyudi, T., & Anshori, A. (2022). Kecerdasan buatan dalam perspektif etika Islam. Jurnal Filsafat Islam, 6(2), 201–218.*

Wilson, R. A., & Keil, F. C. (2020). The moral mind in AI systems: A review of psychological and computational perspectives. Frontiers in Psychology, 11, 3114.

Downloads

Published

30-12-2025

Article Statistics

47 Views
34 Downloads

Issue

Section

Articles