Islamic Boarding Schools in Indonesia: Caring for Nationalism and Preventing Radicalism
Abstract
This study aims to analyze the values of nationalism materials in Islamic boarding schools. So far there has
been a judgement believing that Islamic boarding schools are the center of radicalism in Indonesia. The
militancy and aggressiveness of radicals are considered as the impact of education carried out in Islamic
boarding schools. This study refutes research findings that assess Islamic boarding schools as the basis of
radicalism. Through a study of the curriculum, books and teachings carried out in Islamic boarding schools,
as well as the values of nationalism and tolerance, this research was carried out with work principles and
library research methods. The data is collected from literature, especially the results of research, scientific
publications and developing discourses related to pesantren and nationalism. The results of this study
indicate that radicalism and terrorism do not develop in Islamic boarding schools. Instead of teaching
radicalism and terrorism, the teachings in pesantren shave become the seed of the nationalism. Historical
traces show that pesantren are an important part of the birth of the state, becoming a stronghold against
colonialism. In the context of a multi-cultural, racial and religious nation, Islamic boarding schools not only
teach the value and direction of religion, but also become a strategic media in instilling nationalism values,
respecting each other and respecting differences, among persons with the same faith, and even to non-Muslims.
Keywords:
References
Ahmad, M. (2017). Nahdlatul Ulama dan Penegakan Hak Asasi Manusia di Indonesia.
Religia, 13 (2), 175-190. ISSN 2527-5992. Available at: . doi:
https://doi.org/10.28918/religia.v13i2.181.
Alikhlasberbah. “Selamat HUT RI Ke 73, “Kerja Kita Prestasi Bangsa””,
https://alikhlasberbah.or.id/2018/08/17/selamat-hut-ri-ke-73-kerja-kita-prestasibangsa/, accessed February 1 2019.
Andramika, F. (2012). Menumbuhkan Sikap Nasionalisme di Kalangan Santri (Studi
Kasus di Pondok pesantren Assalaam Gandokan Kranggan Temanggung)
Tahun Ajaran 2012/2013. Skripsi. Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas
Negeri Semarang.
Arifin, Z. (2015). Kepemimpinan Kiai dalam Ideologisasi Pemikiran Santri di PesantrenPesantren Salafiyah Mlangi Yogyakarta. Inferensi, Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan. 9 (2),
-372. DOI: http://dx.doi.org/10.18326/infsl3.v9i2.351-372
Aunurrohim, M. (2017). Peran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Politik di
Sekolah Berbasis Pesantren (Studi Kasus di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Sleman). Skripsi: Yogyakarta. Pogram Studi Pendidikan Kewarganegaraan, PKnH.
Fakultas Ilmu Sosial. Universiatas Negeri Yogyakarta.
Barton, G. (2002). “Islamism and Indonesia: Islam and the Contest for Power after
Soeharto,” The Review. September.
Bbcnews. “Serangan di Gereja Yogyakarta: Apakah Beribadah Semakin tidak aman?’’, di
dalam https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-43023720, accessed February 28
Benaziria. (2018). Strategi Pengintegrasian Karakter Nasionalis dan Toleransi dalam
Pembelajaran PPKn di Sekolah Menegah Pertama Berbasis Pesantren se-Kota
Yogyakarta. Tesis, Yogyakarta: Program Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta.
Biner, Z. Ö. (2010). Acts of Defacement, Memories of Loss: Ghostly Effects of the
“Armenian Crisis” in Mardin, Southeastern Turkey. History & Memory, 22(2), 68-94.
Dhofier, Z. (2011). Tradisi Pesantren Studi Tentang Pandangan Hidup Kiai dan Visinya Mengenai
Masa Depan Indonesia. Jakarta: LP3ES.
Fadli, F., & Susanto, N. H. (2017). Model Pendidikan Islam Kreatif Walisongo, Melalui
Penyelenggaraan Pendidikan Yang Menyenangkan. Journal Penelitian, 11(1), 25-54.
Hadi, A. S. (2015). Kurikulum Pendidikan Islam di Pondok Pesantren Mahasiswa (Studi di
Pondok Pesantren UII dan Lembaga Kajian Islam Mahasiswa Asrama Mahasiswa
Sunan Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta). Masters Thesis, UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta.
Hajar, I. (2009). Kiai di tengah pusaran politik. Yogyakarta: IRCiSoD.
Hakim, L. (2012). Nasionalisme dalam Pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Islam. UIN
Sunan Gunung Djati Bandung. DOI: https://doi.org/10.15575/jpi.v27i2.506.g510
Hasbullah. (1999). Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia: Lintasan Sejarah Pertumbuhan dan
Perkembangan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,).
Hefner, R. W. (2010). The religious resurgence in contemporary Asia: Southeast Asian
perspectives on capitalism, the state, and the new piety. The Journal of Asian
Studies, 69(4), 1031-1047.
Herriman, N. (2010). The Great Rumor Mill: Gossip, Mass Media, and the Ninja Fear. The
Journal of Asian Studies, 69(3), 723-748.
Ibnu, P. (2018). PPM Al-Ikhlas Lampoko Peringati Hari Santri Nasional. Tribun-timur.com
http://makassar.tribunnews.com/2018/10/22/ppm-al-ikhlas-lampoko-peringatihari-santri-nasional, accessed February 19 2019.
Istiyanah. (2012) “Manajemen Kurikulum Pondok Pesantren An-Nuqayah dan
Relevansinya dengan Era Globalisasi, (Studi Kasus di Madrasah Aliyah I
An-Nuqayah Putri)” Tesis, Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Jones, S. 2014. “The Evolution of ISIS in Indonesia,” IPAC Report. 13 (3), 1-25.
Kasdi, A. (2012). Pendidikan Multikultural di Pesantren: Membangun Kesadaran
Keberagamaan Yang Inklusif. Jurnal Ad-Din, 4 (2), 211-221.
Kusmanto. (2015). Dialektika Radikalisme dan Anti Radikalisme di Pesantren. Jurnal
Walisongo 23 (1), 27-50.
Ma’rifah and Mustaqim. (2015). Pesantren Sebagai Habitus Peradaban Islam Indonesia.
Jurnal Penelitian 9 (2), 347-366.
Madjid, N. (2011). Bilik-Bilik Pesantren, Sebuah Potret Perjalanan (Jakarta: Paramadina.
Fadhilah, A. (2011). Struktur dan Pola kepemimpinan kyai dalam pesantren di Jawa. Hunafa:
Jurnal Studia Islamika, 8(1), 101-120.
Makin, Al. (2009). Benedict XVI and Islam: Indonesian Public Reactions to the
Regensburg Address. Islam and Christian-Muslim Relations 20 (4), 409–21.
Makin, Al. (2015). Revisiting Indonesian Public Reactions against Danish Cartoons
Depicting Prophet Muhammad. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies 5 (2):
–229.
Maksum, A. (2016). Model Pendidikan Toleransi di Pesantren Modern dan Salaf. Jurnal
Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies), 3 (1), 81-108.
https://doi.org/10.15642/jpai.2015.3.1.81-108.
Munfa’ati, K. (2018). Integrasi Nilai Islam Moderat dan Nasionalisme pada Pendidikan
Karakter di Madrasah Ibtidaiyah Berbasis Pesantren. Tesis. UIN Sunan Ampel.
Surabaya
Mursalin, A & Katsir, I. (2010). Pola Pendidikan Keagamaan Pesantren dan Radikalisme:
Studi Kasus Pesantren-pesantren di Provinsi Jambi. Kontekstualita: Jurnal Penelitian
Sosial Keagamaan, 25 (2), 255-290.
Muzaki, Ah. (2014). The Roots, Strategies and Popular Perception of Islamic Radicalism in
Indonesia. Journal of Indonesian Islam 8 (1), 1-22.
Nasution. (1995). Kurikulum dan Pengajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Nurhadi. (2018). Peranan Kiai dalam Membangun Pemilih di Pesantren Darul Ulum
Banyuanyar Pada Pemilukada Kabupaten Pamekasan 2018. Tesis, Yogyakarta:
Program Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta.
Presiden RI. “Dzikir di Jember, Mensos Terkesan Semangat Nasionalisme Jamaah”.
http://presidenri.go.id/info-kementrian-lembaga/dzikir-di-jember-mensos-terkesansemangat-nasionalisme-jamaah.html, accessed February 20 2019
Poole, R. (2014). Visionary Religion and Radicalism in Early Industrial England: From
Southcott to Socialism. Social History, 39 (4), 589–591.
doi:10.1080/03071022.2014.952558.
Priyanto, H. (2018). Penerapan Pancasila Sebagai Deradikalisme di Kabupaten Banyuwangi.
Seminar Nasional Call For Paper & Pengabdian Masyarakat, 393. jurnal.untagsby.ac.id.
Rohmaniyah, I and Woodward, M. (2012). Wahhabism, Identity and Secular Ritual:
Graduation at an Indonesian High School. al-Jami’ah Journal of Islamic Studies 50 (1),
-146.
Rois, N. (2017). Penanaman Nilai-Nilai Nasionalisme Dalam Pendidikan Pondok Pesentren
Miftahul Ulum Ungaran Timur Kabupaten Semarang. Sosio Dialektika-Jurnal Ilmu
Sosial-Humaniora 2 (1), 83-100.
Setiawan, E. (2012). Eksistensi Budaya Patron Klien dalam Pesantren: Studi Hubungan
Antara Kiai dan Santri. Ulul Albab, 13 (2), 137-152.
Siregar, F. M. (2013). Religious leader and charismatic leadership in Indonesia: the Role of
Kiai in Pesantren in Java. Jurnal Kawistara, 3 (2). 117-226.
Susanto, N. H. (2018). Menangkal Radikalisme Atas Nama Agama Melalui Pendidikan
Islam Substantif. Nadwa, 12(1), 65-88.
Suseno, F. M. (2006). “The Challenge of Pluralism,” in Kamaruddin Amin et.al., Quo adis
Islamic Studies di Indonesia? (Jakarta: Directorate of Islamic Higher Education ORA
Collaboration with Post Graduate Program UIN Alauddin Makassar.
Syafe’i, I. (2017). Pondok Pesantren: Lembaga Pendidikan Pembentukan Karakter. AlTadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam 8 (1), 61-82.
Times Indonesia. “Jaga NKRI, Ponpes Al Madinah Deklarasikan Sikap Terkait Situasi
Politik Nasional”,
February 5 2019
Turmudi, E. (2004). Perselingkuhan Kiai dan Kekuasaan, Yogyakarta: LKiS.
Van Bruinessen, M. (2013). Introduction: Contemporary developments in Indonesian Islam
and the conservative turn of the early twenty-first century. Contemporary
Developments in Indonesian Islam: Explaining the Conservative Turn. Singapore:
ISEAS, 1-20.
Wahid, A. (1995). Pesantren Sebagai Subkultur dalam M. Dawam Rahardjo dkk. Pesantren dan
Pembaharuan. Jakarta: LP3ES.
Wahid, A. (2007). Islam Kosmopolitan: Nilai-Nilai Keindonesiaan dan Transformasi Kebudayaan.
Jakarta: The Wahid Institute.
Wulandari, S. (2014) “Pola Komunikasi Kiai di Pondok Pesantren”. Jurnal Commonline
Departemen Komunikasi. Vol. 3 No. 3, 630-644.
Yazid, M. (2012). Penanaman Nilai-Nilai Nasionalisme di Pondok Pesantren Assalafy Al
Asror Kelurahan Patemon Kecamatan Gunungpati Semarang. Thesis, Universitas
Negeri Semarang.
Yusup, F. (2011). Penanaman Nilai-nilai Nasionalisme dalam Lingkup Kehidupan
Sehari-hari di Pondok Pesantren Darul Falah Desa Jekulo Kecamatan Jekulo
Kabupaten Kudus. Skripsi. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas
Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang.
Zainuddin, M. (2015). Plurality of Religion: Future Challenges of Religion and Democracy
in Indonesia. Journal of Indonesian Islam, 9 (2), 151-166.
Zarkasyi, A. S. (1998). Langkah Pengembangan Pesantren dalam rekontruksi Pendidikan
dan Tradisi Pesantren Religiusitas Iptek. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Downloads
Published
Article Statistics
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



