Sastra Populer Media Baru dan Tantangan Pendidikan Sastra di Era Literasi Digital
Abstract
Platform digital telah mengubah proses publikasi, sirkulasi, penemuan, dan evaluasi karya sastra, sekaligus membuka peluang partisipasi pembaca dan menghadirkan tantangan baru bagi pendidikan sastra. Namun, tingginya keterlibatan digital dan visibilitas karya pada platform tidak serta-merta menunjukkan kedalaman pemahaman sastra, kualitas estetik, maupun legitimasi institusional. Artikel ini mengkaji bagaimana sastra populer digital, khususnya Wattpad dan komunitas BookTok di TikTok, membentuk praktik membaca serta memunculkan tantangan pedagogis dalam pendidikan sastra pada era literasi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-konseptual melalui sintesis kritis terhadap literatur mengenai budaya sastra digital, partisipasi pembaca, visibilitas yang dimediasi platform, legitimasi sastra, dan pedagogi sastra. Analisis membedakan visibilitas platform, popularitas pembaca, legitimasi sosial, legitimasi institusional, dan kompetensi interpretatif sebagai dimensi yang saling berkaitan, tetapi tidak identik. Berdasarkan sintesis tersebut, artikel ini mengusulkan Model Negosiasi Kurasi Literasi yang menghubungkan tiga dimensi, yaitu ekosistem sastra digital, mediasi pedagogis, dan capaian interpretatif. Model ini menekankan pembacaan mendalam, penggunaan bukti tekstual, perbandingan interpretasi, evaluasi kritis terhadap rekomendasi digital, serta refleksi atas praktik membaca yang dimediasi platform. Artikel ini menawarkan kerangka konseptual untuk menghubungkan pengalaman siswa dalam ekosistem sastra digital dengan praktik interpretasi sastra yang kritis dan berbasis bukti. Meskipun demikian, model tersebut masih bersifat teoretis dan memerlukan pengujian empiris untuk menilai penerapan serta efektivitasnya dalam berbagai konteks pendidikan.
Keywords:
References
Alifa, Z. A., & Sobari, N. (2026). How eWOM information characteristics on BookTok influence book purchase intention in Indonesia. Proceedings of the International Symposium on Management, 23, 470–474. https://insyma.org/proceedings/items/show/702
Apriyani, T. (2020). Pembelajaran sastra populer berbasis Wattpad sebagai upaya peningkatan kemampuan literasi baca tulis. Suar Betang, 15(1). https://suarbetang.kemendikdasmen.go.id/jurnal/index.php/BETANG/article/view/152
Aryahiyyah, A., & Mulyani, S. (2024). Nilai budaya pada sastra cyber serta implikasinya dalam pembelajaran di SMA. Literasi: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya, 8(1). https://doi.org/10.25157/literasi.v8i1.13459
Baudrillard, J. (1998). The consumer society: Myths and structures. SAGE Publications.
Bourdieu, P. (1993). The field of cultural production: Essays on art and literature. Columbia University Press.
Bucher, T. (2018). If...then: Algorithmic power and politics. Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/oso/9780190493028.001.0001
Chodiyah, A. N., Pairin, U., & Indarti, T. (2024). Peran Wattpad dalam meningkatkan keterampilan membaca dan menulis pada pembelajaran sastra. INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(2). https://doi.org/10.59562/indonesia.v5i2.61354
Clinton-Lisell, V., & Litzinger, C. (2026). Decoding digital reading: A network meta-analysis of comprehension across devices. Education and Information Technologies, 31, 1611–1643. https://doi.org/10.1007/s10639-025-13843-8
Cotter, K. (2019). Playing the visibility game: How digital influencers and algorithms negotiate influence on Instagram. New Media & Society, 21(4), 895–913. https://doi.org/10.1177/1461444818815684
Dezuanni, M., & Schoonens, A. (2024). #BookTok’s peer pedagogies: Invitations to learn about books and reading on TikTok. Social Media + Society, 10(4), 1–12. https://doi.org/10.1177/20563051241309499
Dera, J. (2024). BookTok: A narrative review of current literature and directions for future research. Literature Compass, 21(10–12), Article e70012. https://doi.org/10.1111/lic3.70012
Fahmy, Z., Pristiwati, R., & Subyantoro. (2024). Pembelajaran menulis cerpen berbasis platform sastra siber di Indonesia: Selera industri atau kebutuhan seni? Paedagoria: Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan, 15(1). https://doi.org/10.31764/paedagoria.v15i1.19731
Fahmy, Z., Supriyanto, T., Nuryatin, A., & Nugroho, Y. E. (2026). Islamic romance novels in the Indonesian digital sphere: Between religious ornamentation and genre standardization. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 9(2), 507–524. https://doi.org/10.30872/diglosia.v9i2.1430
Gagrčin, E., Naab, T. K., & Grub, M. F. (2026). Algorithmic media use and algorithm literacy: An integrative literature review. New Media & Society, 28(1), 423–447. https://doi.org/10.1177/14614448241291137
Gee, J. P. (2004). Situated language and learning: A critique of traditional schooling. Routledge.
Guillory, J. (1993). Cultural capital: The problem of literary canon formation. University of Chicago Press.
Hakemulder, F., & Mangen, A. (2024). Literary reading on paper and screens: Associations between reading habits and preferences and experiencing meaningfulness. Reading Research Quarterly, 59(1), 57–78. https://doi.org/10.1002/rrq.527
Handayani, N. A., & Assidik, G. K. (2025). Peran platform cerita digital Wattpad terhadap pembelajaran cerpen Bahasa Indonesia dalam perspektif teori perkembangan kognitif. Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan, 5(5), Article 8. https://doi.org/10.17977/um065.v5.i5.2025.8
Hidayah, I. R., Nuryatin, A., & Naryatmojo, D. L. (2023). Development of short story teaching materials based on a digital magazine containing humanist values for high school students. Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 12(2), 233–243. https://doi.org/10.15294/seloka.v12i2.75636
Jenkins, H. (2006). Convergence culture: Where old and new media collide. New York University Press.
Jerasa, S., & Jones, K. (2026). “I keep getting TT duds”: Examining sponsorship using algorithmically driven reading recommendations on #BookTok and Webtoons. Literacy, 60(1), Article e70017. https://doi.org/10.1111/lit.70017
Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. (2025). Indeks Masyarakat Digital Indonesia 2025. https://bpsdm.komdigi.go.id/satker/pusbangesdmk/publikasi-indeks-masyarakat-digital-indonesia-2025-17-6
Lo-Philip, S. W. Y. (2024). Digital close reading for lower primary students. The Reading Teacher, 77(6), 850–860. https://doi.org/10.1002/trtr.2304
Low, B., Ehret, C., & Hagh, A. (2025). Algorithmic imaginings and critical digital literacy on #BookTok. New Media & Society, 27(4), 2336–2353. https://doi.org/10.1177/14614448231206466
Maylanie, N., Komarudin, & Muliawati, H. (2026). Pengaruh Wattpad terhadap minat baca sastra dalam Kurikulum Merdeka. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 15(3), 4055–4068. https://doi.org/10.58230/27454312.4928
Nkealah, N., & Prozesky, M. (2025). Literary reading as a socially responsive practice: Implications for literature pedagogy at higher education. Reading Research Quarterly, 60(1), Article e562. https://doi.org/10.1002/rrq.562
Noviarini, N. P., Prabawati, P. L. S., & Suryanata, I. P. A. (2024). Media pembelajaran digital dalam pembelajaran sastra. Journal of Education Action Research, 8(2), 327–331. https://doi.org/10.23887/jear.v8i2.77878
Pianzola, F., Rebora, S., & Lauer, G. (2020). Wattpad as a resource for literary studies: Quantitative and qualitative examples of the importance of digital social reading and readers’ comments in the margins. PLOS ONE, 15(1), Article e0226708. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0226708
Purba, N. A., Sidebang, R., & Manik, K. N. (2026). The feasibility of audio-visual based digital storytelling on the YouTube channel of Our Fairy Tales as a learning media. Jurnal Sastra Indonesia, 15(2). https://doi.org/10.15294/jsi.v15i2.49964
Rahman, N., & Curwood, J. S. (2026). Teaching with TikTok: Leveraging social reading cultures through #BookTok. Teaching Education, 37(1), 1–20. https://doi.org/10.1080/10476210.2025.2559739
Rosenblatt, L. M. (1978). The reader, the text, the poem: The transactional theory of the literary work. Southern Illinois University Press.
Salmerón, L., Altamura, L., Delgado, P., Karagiorgi, A., & Vargas, C. (2024). Reading comprehension on handheld devices versus on paper: A narrative review and meta-analysis of the medium effect and its moderators. Journal of Educational Psychology, 116(2), 153–172. https://doi.org/10.1037/edu0000830
Saritri, N., Wulandari, S., Fitriah, S., & Triandana, A. (2026). Analisis struktur naratif prosa digital terhadap bentuk dan pola cerita Dear J karya Lilac Lulabby di platform Wattpad. Jurnal Ilmiah Dikdaya, 16(1). https://dikdaya.unbari.ac.id/index.php/dikdaya/article/view/916
Syofiani, S., Naini, I., Azkiya, H., Morelent, Y., & Aman, M. S. (2026). Digital technology integration in literature learning to enhance students’ reading interest. Indonesian Research Journal in Education, 10(3), 1490–1501. https://doi.org/10.22437/kdk7ae32
Wulansari, R. (2026). Pengaruh metode pembelajaran digital menggunakan Wattpad terhadap keterampilan menulis cerpen siswa SMAN 79 Jakarta. Nitisara: Jurnal Ilmu Bahasa, 3(2), 32–37. https://doi.org/10.30998/a8d2cq44
Yulianti, F. I. (2025). Digital Wattpad culture in Indonesia: Youth, romance, and the changing practices of reading and writing. Journal of Literary Prose and Society, 2(2), 52–69. https://doi.org/10.59261/jlps.v2i2.44
Yusanta, F. B., & Wati, R. (2020). Eksistensi sastra cyber: Webtoon dan Wattpad menjadi sastra populer dan lahan publikasi bagi pengarang. Literasi: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya, 4(1), 1–7. https://doi.org/10.25157/literasi.v4i1.3080


