Studi Analisis Percakapan: Diam sebagai Strategi Bahasa Siswa di Kelas
Abstract
Bahasa diam dalam interaksi kelas sering dipahami sebagai indikator ketidakaktifan siswa, padahal secara interaksional diam dapat memiliki fungsi yang lebih kompleks. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk, posisi sekuensial, durasi, dan fungsi bahasa diam sebagai praktik partisipasi dalam pembelajaran. Penelitian dilakukan pada siswa kelas IX H SMP 3 Kudus dengan pendekatan kualitatif menggunakan analisis percakapan berbasis data rekaman enam pertemuan pembelajaran. Data dianalisis melalui identifikasi kemunculan diam dalam struktur giliran bicara, klasifikasi jenis diam, serta pemetaan konteks interaksionalnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa diam muncul secara konsisten dan terstruktur sebanyak 147 kejadian. Diam paling dominan terjadi dalam konteks pertanyaan guru dan memiliki variasi fungsi, meliputi reflektif, protektif, strategis, resistif, dan akomodatif. Durasi diam yang dominan berada pada rentang menengah, yang memungkinkan pengelolaan tempo interaksi tanpa memutus kesinambungan percakapan. Temuan ini menegaskan bahwa diam merupakan mekanisme pengelolaan partisipasi yang berkaitan dengan tuntutan kognitif dan evaluatif dalam kelas. Penelitian ini berimplikasi pada perlunya redefinisi partisipasi siswa sebagai proses interaksional yang dinamis, bukan sekadar kehadiran respons verbal.
Keywords:
References
Agustina. (2016). Sosiolinguistik: Kajian bahasa dalam masyarakat. Bandung: Refika Aditama.
Chaer, A. (2015). Linguistik umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer, A., & Agustina. (2015). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Creswell, J. W. (2016). Research design: Pendekatan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran (Edisi ke-4). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Goodwin, C. (2018). Co-operative action. Cambridge: Cambridge University Press.
Heritage, J. (2012). Epistemics in action: Action formation and territories of knowledge. Research on Language and Social Interaction 45(1)1–29 https://doi.org/10.1080/08351813.2012.646684
Heritage, J., & Clayman, S. (2010). Talk in action: Interactions, identities, and institutions. Oxford: Wiley-Blackwell.
Jakonen, T., & Morton, T. (2021). Silence as participation: Practices of managing interactional space in classroom interaction. Classroom Discourse, 12(1), 1–19. https://doi.org/10.1080/19463014.2020.1714505
Kaanta, L. (2018). Teachers’ embodied allocations of turns in instructional interaction. Classroom Discourse, 9(2), 166–186. https://doi.org/10.1080/19463014.2018.1433053
Koentjaraningrat. (2015). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Levinson, S. C. (2000). Presumptive meanings: The theory of generalized conversational implicature. Cambridge, MA: MIT Press.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mortensen, K. (2023). Epistemic stance and participation in classroom interaction. Journal of Pragmatics, 210, 1–14. https://doi.org/10.1016/j.pragma.2023.02.004
Nguyen, T. T. M. (2022). Classroom interaction and pragmatic meaning-making: An interactional perspective.Journal of Pragmatics 190 93–106. https://doi.org/10.1016/j.pragma.2021.12.004
Rahardi, K. (2017). Pragmatik: Fenomena ketidaksantunan berbahasa. Jakarta: Erlangga.
Rahardi, K. (2018). Kesantunan berbahasa dalam interaksi sosial masyarakat Indonesia. Jurnal Lingua, 15(2), 123–136.
Rahardi, K. (2020). Respons verbal dan nonverbal dalam perspektif pragmatik. Jurnal Bahasa dan Sastra, 20(1), 1–12.
Sacks, H., Schegloff, E. A., & Jefferson, G. (1974). A simplest systematics for the organization of turn-taking for conversation. Language, 50(4), 696–735. https://doi.org/10.2307/412243
Schegloff, E. A. (2007). Sequence organization in interaction: A primer in conversation analysis. Cambridge: Cambridge University Press.
Schegloff, E. A. (2010). Commentary on Stivers and Rossano: “Mobilizing response”. Research on Language and Social Interaction, 43(1), 38–48. https://doi.org/10.1080/08351810903471266
Sert, O. (2017). Creating opportunities for L2 learning in the classroom: Interactional practices of language teachers. Classroom Discourse, 8(1), 1–20. https://doi.org/10.1080/19463014.2016.1272080
Sert, O. (2019). Classroom interaction and language teacher education: A corpus-informed conversation analytic perspective. Language Teaching Research, 23(3), 328–346. https://doi.org/10.1177/1362168817739643
Sert, O. (2020). Epistemic positioning in classroom interaction. Journal of Pragmatics, 166, 15–28. https://doi.org/10.1016/j.pragma.2020.05.010
Stivers, T., & Rossano, F. (2010). Mobilizing response. Research on Language and Social Interaction, 43(1), 3–31. https://doi.org/10.1080/08351810903471258
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Suparno. (2016). Pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks. Yogyakarta: UNY Press.
Taguchi, N. (2018). Context and pragmatic competence. Language Learning, 68(S1), 152–179. https://doi.org/10.1111/lang.12265
Walsh, S. (2020). Classroom discourse and teacher development (2nd ed.). Edinburgh: Edinburgh University Press.
Waring, H. Z. (2017). Theorizing pedagogical interaction: Insights from conversation analysis. Classroom Discourse, 8(1), 1–18. https://doi.org/10.1080/19463014.2016.1272081
Yunus, M. (2012). Keterampilan berbahasa. Jakarta: Rajawali Press.
Yunus, M., & Widodo, H. (2019). Strategi komunikasi peserta didik dalam interaksi kelas. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(1), 45–56.


