Representasi Keputusasaan dan Tekanan Hidup dalam Lirik Lagu “Janji Palsu” Karya Hindia: Analisis Semiotika Roland Barthes
Abstract
Studi ini menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes untuk menemukan representasi keputusasaan dan tekanan hidup dalam lirik lagu Hindia "Janji Palsu". Lagu dianggap sebagai jenis sastra populer yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai alat untuk berinteraksi dengan orang lain dan mengungkapkan perasaan dalam diri manusia modern. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan metode studi dokumen, dengan lirik lagu sebagai data utama. Untuk melakukan analisis, makna denotatif, konotatif, dan mitos yang terkandung dalam setiap bait lirik diidentifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu secara denotatif mewakili situasi orang yang mengalami kelelahan emosional, rasa hampa, dan ketidakpuasan meskipun mereka telah mencapai kesuksesan dalam materi dan karir mereka. Lagu ini secara konotatif menunjukkan keterasingan batin yang disebabkan oleh komodifikasi emosi dan hubungan antarmanusia dan tekanan sosial yang menuntut orang untuk selalu tampak berhasil. Lirik "Janji Palsu" berfungsi sebagai mitos dan mengungkapkan kepercayaan umum masyarakat modern yang menganggap optimisme, kesuksesan, dan kekayaan sebagai sumber kebahagiaan. Penelitian ini menemukan bahwa lagu "Janji Palsu" tidak hanya merupakan kritik sosial terhadap ideologi yang semu tentang kesuksesan dan kebahagiaan, tetapi juga merupakan refleksi dari kelelahan emosional kolektif yang dialami manusia di dunia.
Keywords:
References
Alwasilah, Y. A., & Gunawan, W. (2023). A systemic functional linguistic study on language use of Indonesian students in writing. Jomantara, 3(2), 110–124.
Arifianti, I., & Wakhidah, K. (2020). Semantik: Makna referensial dan makna nonreferensial. CV Pilar Nusantara.
Barthes, R. (2017). Elements of semiology. Hill and Wang.
Chandler, D. (2017). Semiotics: The basics (3rd ed.). Routledge.
Danesi, M. (2018). Popular culture: Introductory perspectives (4th ed.). Rowman & Littlefield.
Fazila, P. (2024). Analisis pendekatan ekspresif pada lagu “Takut” karya Idgitaf. Literasi: Jurnal Pendidikan Guru Indonesia, 3(4), 278–285.
Harnia, N. T. (2021). Analisis semiotika makna cinta pada lirik lagu “Tak sekedar cinta” karya Dnanda. Jurnal Metamorfosa, 9(2), 224–238.
Hayati, A. N., & Jadidah, N. N. J. N. (2022). Analisis makna denotatif dan konotatif dalam novel Dua Barista karya Najhaty Sharma (kajian semantik). Jurnal Peneroka: Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(1), 17–31.
Hesmondhalgh, D. (2019). The cultural industries (4th ed.). SAGE Publications.
Husnusyifa, A., & Mujianto, H. (2024). Analisis semiotika makna lagu “Gala bunga matahari” karya Sal Priadi. Techno-Socio Ekonomika, 17(2), 212–218.
Illouz, E. (2018). Cold intimacies: The making of emotional capitalism. Polity Press.
Johansson, T. (2020). Youth, popular culture, and symbolic resistance. Young, 28(4), 323–339.
Juliant, T. A. (2024). Representasi mitos dan kepercayaan lokal dalam film Sekawan Limo: Kajian semiotika Roland Barthes. Al-Furqan: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 3(6), 2704–2729.
Moleong, L. J. (2020). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Nasution, A. H., Aldzakhiroh, N., Nopriansyah, B., & Hasan, N. (2024). Analisis makna denotatif dan konotatif pada lirik lagu “Dialog hati” karya Nadzira Shafa. Jurnal Metamorfosa, 12(1), 1–15.
Pohan, J. E., & Suprayetno, E. (2021). Sintaksis bahasa Indonesia: Kajian untuk pemula. CV Literasi Nusantara Abadi.
Putra, R. A., & Lestari, D. P. (2019). Analisis semiotika Roland Barthes pada lirik lagu populer Indonesia. Jurnal Ilmu Budaya, 7(2), 145–156.
Sinaga, Y. C., Cyntia, S., Komariah, S., & Barus, F. L. (2021). Analisis makna denotasi dan konotasi pada lirik lagu “Celengan rindu” karya Fiersa Besari. Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran, 3(1).
Syah, A. S. N. (2021). Analisis makna denotatif dan konotatif dalam lirik lagu “Insya Allah” karya Maher Zain. Textura, 2(1), 29–38.
Tudjuka, N. S. (2019). Makna denotasi dan konotasi pada ungkapan tradisional dalam konteks pernikahan adat suku Pamona. Jurnal Bahasa dan Sastra, 4(1), 12–25.
Wati, T. W. T., & Ikmaliani, D. S. (2022). Representasi makna denotasi dan konotasi dalam lirik lagu “Kun Fayakun” (analisis semiotika Roland Barthes). Alibbaa’: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, 3(1), 73–102.
Wulandari, S. (2022). Representasi emosi dalam lirik lagu populer Indonesia: Kajian semiotika. Jurnal Bahasa dan Sastra, 14(1), 33–45.
Yudha, P. S., & Komsiah, S. (2023). Representasi perempuan maskulin dalam film. IKRA-ITH Humaniora: Jurnal Sosial dan Humaniora, 7(1), 117–124.


