Model Integrasi Sains dan Agama dalam Pendidikan Nasional

Authors

  • Muhammad Miftah STAIN Kudus

DOI:

https://doi.org/10.28918/vc6jhe46

Abstract

Religious education in primary schools has often been used merely as a complement to the learning process. Government attention and commitment to developing religious education remain limited to fulfilling the obligations mandated by existing legislation. The thematic and integrative approach in Curriculum 2013 provides new hope for religious education, enabling it to be integrated with other subjects in the learning process. The implementation of Curriculum 2013 was driven by the emergence of deviant behavior among students, ranging from moral decline to the erosion of students’ character. The new breakthroughs introduced in Curriculum 2013 are expected to address various social issues in education. This paper seeks to reveal the integration model of religion and science in the new curriculum, particularly through the unification of subjects. This integration is carried out by incorporating basic competencies into themes related to nature and the environment in daily life. The integration of subject materials into several themes is expected to help students develop a holistic understanding of the material, rather than a partial one.

Keywords:

Integration of Religion, Science, Curriculum, education

References

Ahmadi, Abu. (2007). Sosiologi Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta.

al-Tabany, T. I. B. (2015). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, dan Kontekstual: Konsep, Landasan, dan Implementasi pada Kurikulum 2013 (Kurikulum Tematik Integratif/KTI). Jakarta: Prenadamedia.

Fitri, A. Z. (2013). Manajemen Kurikulum Pendidikan Islam. Retrieved from http://repo.iain-tulungagung.ac.id/id/eprint/3732

Gunawan, H. (2014). Pendidikan Islam: Kajian Teoritis dan Pemikiran Tokoh. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Gunawan, H. (2014). Pendidikan Karakter: Konsep dan Implementasi. Bandung: Alfabeta.

Hamalik, O. (2007). Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Hamalik, O. (2008). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Hayat, S. (2013). Pengembangan Kurikulum Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Ismawati, E. (2012). Telaah Kurikulum dan Pengembangan Bahan Ajar. Yogyakarta: Ombak.

Kristiantari, M. R. (2015). “Analisis Kesiapan Guru Sekolah Dasar dalam Mengimplementasikan Pembelajaran Tematik Integratif Menyongsong Kurikulum 2013.” JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia), 3(2). Retrieved from http://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JPI/article/view/4462

Muhaimin. (2001). Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama di Sekolah. Bandung: Rosdakarya.

Mulyasa, E. (2002). Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep, Karakteristik dan Implementasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Muthahari, M. (2007). Manusia dan Agama: Membumikan Kitab Suci. Bandung: Mizan.

Machali, I. (2014). “Kebijakan Perubahan Kurikulum 2013 dalam Menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045.” Jurnal Pendidikan Islam, 3(1), 71–94.

Masruri, H. H. (2012). Filsafat Sains dalam Al-Qur’an: Melacak Kerangka Dasar Integrasi Ilmu dan Agama. El-QUDWAH.

Rofik. (2003). Kumpulan Modul Pendidikan dan Latihan Profesi Guru. Yogyakarta: LPTK Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga.

Soedjiarto. (1991). Sebuah Pemikiran tentang Kurikulum yang Relevan untuk Menunjang Pembangunan Tinggal Landas. Jakarta: Gramedia.

Sturman, A. (1991). “Curriculum Decision-Making at the School Level.” In Dimmock, School-Based Decision Making and Management. London: Falmer.

Sumintono, B. (2013). Isu Pengembangan Kurikulum Baru (Issues on New Curriculum Development). Paper presented at Focus Group Discussion – Indonesian Students Association (PPI) at UTM (Malaysia University of Technology), Johor Bahru, Malaysia, April 27. Retrieved from http://eprints.utm.my/31239/1/isu%20kurikulum%20baru.pdf

Downloads

Published

2017-11-30

Article Statistics

15 Views
13 Downloads

Issue

Section

Artikel

How to Cite

Model Integrasi Sains dan Agama dalam Pendidikan Nasional. (2017). Jurnal Penelitian, 14(2), 233-246. https://doi.org/10.28918/vc6jhe46