Transmisi Budaya dan Kearifan Lokal pada Pendidikan Islam Anak Usia Dini
DOI:
https://doi.org/10.28918/jme7wn15Abstract
This study aims to find out awareness of teacher of Early Childhood Education in transmitting culture and local wisdom. Through field studies approach on al-Hidayah Early Childhood Education Institute which is located in the village of Kauman, Argomulyo, Cangkringan, Sleman, it was concluded that teachers in general do not understand its importance as a transmitter of culture.
Keywords:
References
Adimiharja, Kusnaka. (Tt). Dinamika Budaya Lokal: Manusia-Tanah-Kearifan Lokal. Bandung: CV Indra Prahasta bekerja sama dengan Pusat Kajian LBPB.
An-Nahlawi, Abdurrahman. (1992). Prinsip-prinsip dan Metode Pendidikan Islam. Bandung: CV Diponegoro.
Ariyani, Cristiyati, dkk. (2001). Tata Krama Suku Bangsa Jawa di Kabupaten Sleman, Propinsi DIY. Yogyakarta: Badan Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata.
Bellack, Arno A. dan Kliebard, Herbert M. (Ed). (1977). Curriculum and Evaluation. California: Mr Cutrhan Publishing Corporation.
Britton, Lesley. (1992). Montessori Play and Learn: A Parent’s Guide to Purposeful Play from Two to Six. New York: Crown Publishers, Inc.
Dewantoro, Ki Hajar. (2004). Bagian Pertama: Pendidikan. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa, Cet. 3.
E Test, Joan. (2006). "Infant and Toddler Teachers as Transmitters of Culture". International Journal of Early Childhood, Vol. 38 No. 1.
Eggleston, John. (1977). The Sociology of the School Curriculum. Boston: Routledge and Kegan Paul.
Geertz, Clifford. (1983). Local Knowledge: Further Essays in Interpretative Anthropology. New York: Basic Books, Inc.
Geertz, Clifford. (1992). Politik Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius.
Goel, Aruna dan Goel, S.L. (2005). Human Values and Education. New Delhi: Deep and Deep Publication PVT. LTD.
Koentjaraningrat. (1983). Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Penerbit Djambatan.
Montessori, Maria. (2008). The Absorbent Mind (Terj. Dariyatno). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Nurdin, Syafruddin dan Usman, M. Basyiruddin. (2002). Guru Profesional dan Implementasi Kurikulum. Jakarta: Ciputat Press.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2007 Pasal 1.
Pitoyo, Djoko. (2008). "Tuna Satak Bathi Sanak (Kearifan Jawa dalam Etika Bisnis)". Jurnal Filsafat Wisdom, Vol. 18 No. 2, Agustus. Yogyakarta: Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada.
Putra Ahimsa, Heddy Shri. (2015). Kebhinnekaan Budaya sebagai Modal Merespons Globalisasi. LITERASI: Indonesian Journal of Humanities, Vol. 4 No. 2.
Reksodiprojo, Ki Said. (Tt). Masalah Pendidikan Nasional: Beberapa Sumbangan Pikiran. Cet. I. Jakarta: CV Mas Agung.
Ridwan, Nurma Ali. (2007). Landasan Keilmuan Kearifan Lokal. Jurnal Ibda’ (Jurnal Studi Islam dan Budaya), Vol. 5 No. 1.
Santrock, John W. (1983). Life Span Development: Perkembangan Masa Hidup. Jakarta: Penerbit Erlangga, Jilid 1 Edisi ke-5.
Sebandijah. (1996). Pengembangan dan Inovasi Kurikulum. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Siswanto, Dwi. (2010). "Pengaruh Pandangan Hidup Masyarakat Jawa terhadap Model Kepemimpinan (Tinjauan Filsafat Sosial)". Jurnal Filsafat Wisdom, Vol. 20 No. 3, Desember. Yogyakarta: Fakultas Filsafat UGM.
Susanto, Nanang Hasan. (2015). Tantangan Mewujudkan Kesetaraan Gender pada Budaya Patriarkhi. Jurnal Muwazzah, Vol. 7 No. 2.
Suseno, Franz Magnis. (1997). Javanese Ethics and World-View: The Javanese Idea of the Good Life. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Zamroni. (2000). Paradigma Pendidikan Masa Depan. Yogyakarta: Biograf Publishing.
Zuriah, N. (2011). Model Pengembangan Pendidikan Kewarganegaraan Multikultural Berbasis Kearifan Lokal dalam Fenomena Sosial Pasca Reformasi di Perguruan Tinggi. Jurnal Penelitian Pendidikan, 11(2).
Downloads
Published
Article Statistics
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



