FROM FUNCTIONAL INTO POSITIONAL DESIRE The Transforming of Ethical Consumer Decision on Religiosity Perspective

Authors

  • Susminingsih STAIN Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.28918/1rmcfn21

Abstract

Penelitian ini mengasumsikan bahwa perilaku konsumen dapat dilihat sebagai suatu bidang multidisiplin dengan subdisiplin yang lebih maju. Penelitian ini melibatkan paradigma baru dalam memandang perilaku konsumen. Riset perubahan konsumen merupakan pendekatan yang relatif baru dalam memahami identitas konsumen. Berpijak pada kenyataan bahwa banyak orang mengonsumsi sesuatu bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan, tetapi juga keinginan mereka. Untuk itu, mereka harus menghabiskan banyak uang secara terus-menerus sehingga Islam melarang dan menyebutnya israf, perilaku buruk, tabdzir, bahkan dapat membentuk strata sosial di masyarakat. Hal ini menjadi menarik untuk dianalisis bagaimana pergeseran ini terjadi. Desain penelitian ini adalah kualitatif dan membahas tentang keputusan konsumsi oleh manusia, di mana banyak faktor yang memengaruhinya seperti budaya dan religiusitas. Religiusitas juga berperan dalam proses pengambilan keputusan. Di samping itu, konsumsi dipandang dari perspektif identitas moral sehingga diperlukan integrasi antara sistem moral dan diri. Penelitian ini menemukan bahwa hasrat memiliki hubungan yang mendalam dengan proses imitasi, identitas diri, dan komitmen agama serta adanya fenomena pergeseran fungsi nilai, dari nilai fungsional menjadi hasrat posisional yang terjadi di tengah masyarakat.

Keywords:

desire; consuming decision; religiosity.

References

Beach, L.R. and Connolly, T. 2005. The Psychology of Decision Making. USA: Sage Publication, Inc.

Falk, P. 1994. The Consuming Body. London: Sage Publication.

Guiso, L., Sapienza, P. and Zingales, L. 2006. "Does Culture Affect Economic Outcomes", The Journal of Economic Perspectives, Vol. 20, No. 2, p. 23–48.

Ismail, T. and Rohman, F. 2013. "Consumption Ritual in Javanese Wedding Ceremony: Ethnography Research in Indonesian Regency-Kabupaten Ngawi", Asia Pacific Management and Business Application, 2 (2), p. 67.

Kamali, M.H. 1989. "Source, Nature and Objectives of Shari'ah", Islamic Quarterly, Vol. 33, pp. 216–234.

Lee. 2006. Consumer Culture Reborn, translation. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Li, E.P.H. and Joy, A. 2012. "Studying Consumption Behavior Through Multiple Lenses: An Overview of Consumer Culture Theory", Journal of Business Anthropology, Vol. 1, No. 1, p. 149.

Lury. 1998. Consumer Culture, translation. Jakarta: Yayasan Obor.

Mokhlis, S. 2009. "Relevancy and Measurement of Religiosity in Consumer Behavior Research", International Business Research, Vol. 2, No. 3, p. 75–84.

Parboteeah, K.P., Hoegl, M. and Cullen, J.B. 2008. "Ethics and Religion: An Empirical Test of a Multidimensional Model", Journal of Business Ethics, 80, pp. 387–398.

Rashid, M.Z. and Ibrahim, S. 2008. "The Effect of Culture and Religiosity on Business Ethics: A Cross-Cultural Comparison", Journal of Business Ethics, 82, pp. 907–917.

Schacht, J. 1964. An Introduction to Islamic Law. Oxford: The Clarendon Press.

Vitell, S.J. and Paolillo, J.G.P. 2003. "Consumer Ethics: The Role of Religiosity", Journal of Business Ethics, 46 (2), 151–162.

Vitell, S.J., Bing, M.N., Davison, H.K., Ammeter, A.P., Garner, B.L., Novicevic, M.M. 2009. "Religiosity and Moral Identity: The Mediating Role of Self-Control", Journal of Business Ethics, 88, pp. 601–613.

Downloads

Published

2015-05-31

Article Statistics

2 Views
2 Downloads

Issue

Section

Artikel

How to Cite

FROM FUNCTIONAL INTO POSITIONAL DESIRE The Transforming of Ethical Consumer Decision on Religiosity Perspective. (2015). Jurnal Penelitian, 12(1), 86-97. https://doi.org/10.28918/1rmcfn21