ADAT PERNIKAHAN DI KOTA PEKALONGAN

Authors

  • Moch. Lukluil Maknun STAIN Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.28918/6q2et011

Abstract

This study is naturalistic research that aims to explore the marriage tradition in Pekalongan City, that has some difference's with marriage tradition in Java. From this study, it can be revealed that the wedding stage in the city of Pekalongan in general is; nakokke, sangsangan, nentokke dino, pasrahan tukon, malem midodaren, walimah, aqad nikah, resepsi, and balik kloso. The wedding customs that distinguish Pekalongan with custom Java in general are: (1) the permissibility of dating after fiance, (2) a series of ceremonies seem quick, (3) The word 'walimah' is defined as a reading of 'mawlid al-barzanji' before marriage contract (4) the bride and groom do not sit biting at the contract, (5) there is a term 'bedhol gelung', (6) there is a term 'balik kloso sisan tilik', (7) there is a term 'nunggak seme'; (8) invitations related to weddings there are several kinds.

Keywords:

metode naturalistik, adat pernikahan, Kota Pekalongan.

References

Thohir, Mudjahirin. 2011. Metodologi Penelitian Untuk Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora. Dalam Refleksi Pengalaman Penelitian Lapangan: Ranah Ilmu-ilmu Sosial dan Humaniora. Ed: Mudjahirin Thohir. Semarang: Fasindo.

Koentjaraningrat. 1994. Seri Etnografi Indonesia. Jakarta: Perum Penerbitan dan Percetakan Balai Pustaka.

Asa, Kusnin, dkk. 2008. Pekalongan Selayang Pandang: dari Sejarah Sampai Kuliner. Dalam Pekalongan: Inspirasi Indonesia. Ed: Emirul Chaq Aka, dkk. Pekalongan: Pemda Pekalongan bekerjasama dengan The Pekalongan Institute dan Kirana Pustaka Indonesia.

Nasution, S. 2003. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito.

Muhadjir, Noeng. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Rake Sarasin.

............... 2011. Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Rake Sarasin.

Nakhaii, Imam. 2011. Fiqih Pluralis. Jakarta: Puslitbang Diklat Kemenag RI.

Murtadho, Ali. 2009. Konseling Perkawinan: Perspektif Agama-agama. Semarang: Walisongo Press.

Ahmad, Abd. Kadir, dkk. 2006. Sistem Perkawinan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Makassar: Indobis Publishing.

Shihab, M. Quraish. 2010. Pengantin al-Qur'an: Kalung Permata Buat Anak-anakku. Ciputat: Lentera Hati.

Pringgawidagda, Suwarno. 2006. Tata Upacara dan Wicara Pengantin Gaya Yogyakarta. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Wibawati, Oktaviana Setyaningtyas. 2010. Perkembangan Pernikahan Adat Jawa Timur. Makalah. Diunduh dari princessoxtha.files.wordpress.com pada 14 Januari 2013.

http://kamusbahasaindonesia.org

. Diakses pada 22 Januari 2013.

Majalah Visi Pustaka. Vol. 5 No. 1. Juni 2003. Penentuan tajuk entri utama nama-nama Indonesia berdasarkan pola nama Indonesia dan kebiasaan penulisan di bahan perpustakaan. Dalam

http://www.pnri.go.id/MajalahOnlineAdd.aspx?id=96

http://lecturer.ukdw.ac.id/mahatmanta/journal/?p=250#.UQIsC_L6kck

http://id.wikipedia.org/wiki/Ranggalawe

. Diakses pada 22 Januari 2013.

Thalia, Najma. 2008. Mengenal Tata Upacara Pengantin Adat Jawa. Diunduh dari situs lubisgrafura.wordpress.com pada 14 Januari 2013.

http://muhaiminks.blogspot.com/2010/06/walimah-al-ursy.html

. Diakses pada 22 Januari 2013.

NH, Pengajar, Ibu Rumah Tangga, dan puteri pengasuh Ponpes Al-Arifiyah.

RA, Dosen Perguruan Tinggi.

LA, Wiraswasta, wartawan koran lokal.

NM, Pegawai, staf Perguruan Tinggi.

RDG, Staf Perguruan Tinggi.

C, Ibu Rumah Tangga.

Downloads

Published

2013-11-30

Article Statistics

0 Views
131 Downloads

Issue

Section

Artikel

How to Cite

ADAT PERNIKAHAN DI KOTA PEKALONGAN. (2013). Jurnal Penelitian, 10(2), 294-312. https://doi.org/10.28918/6q2et011