MORAL SEBAGAI EFEK MODERASI PADA SIKAP MENTAL DAN KOMITMEN KERJA GURU
DOI:
https://doi.org/10.28918/gacpwv52Abstract
Guru wiyata bhakti sebagai sumber daya manusia memiliki kompetensi nalar sosial dan nalar spiritual yang menjadi modal utama dalam menjalankan perannya sebagai pendidik. Sikap mental yang kuat, disertai pemahaman moral yang baik, terbukti melahirkan komitmen kerja yang tinggi. Potensi ini sangat penting dalam membangun hubungan timbal balik (mutual relationship) antar pemangku kepentingan (stakeholders) pendidikan, sehingga mampu mewujudkan kualitas pendidikan yang kompetitif. Kematangan nalar sosial dan nalar spiritual dalam pembentukan kepribadian yang utuh pada akhirnya akan melahirkan sikap profesional serta tanggung jawab yang kuat. Hal tersebut terjadi karena keduanya secara alami menumbuhkan integritas moral yang tinggi dalam diri guru sebagai pendidik.
Keywords:
References
Bentein, Kathleen, dan Sylvie Guerrero. “The Employment Relationship: Current Research Avenues.” Industrial Relations, Vol. 63, No. 3, 2008.
Djamarah, Syaiful Bahri. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta, 2000.
Moenir, A. S. Kepemimpinan Kerja. Jakarta: Bina Aksara, 1988.
Samarakoon, S. M. P. Employer-Employee Relational Change (From Pull-Pull to Push-Push), Living Commitment and Self-Organizing Capability. 2001.
Sutopo, H. B. Metodologi Penelitian Kualitatif: Dasar Teori dan Terapannya dalam Penelitian. Surakarta: Universitas Sebelas Maret, 2006.
Uno, Hamzah B. Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara, 2008.
Downloads
Published
Article Statistics
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



