FROM FUNCTIONAL INTO POSITIONAL DESIRE The Transforming of Ethical Consumer Decision on Religiosity Perspective
DOI:
https://doi.org/10.28918/jupe.v12i1.10062Abstract
Penelitian ini mengasumsikan bahwa perilaku konsumen dapat dilihat sebagai suatu bidang multi-disiplin dengan sub- disiplin yang lebih maju. Penelitian ini melibatkan paradigma baru dalam memandang perilaku konsumen. Riset perubahan konsumen merupakan pendekatan yang relatif baru dalam memahami identitas konsumen. Berpijak pada kenyataan bahwa banyak orang mengkonsumsi sesuatu bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan akan tetapi keinginan mereka. Untuk itu, mereka harus menghabiskan banyak uang terus menerus sehingga Islam melarang dan menyebutnya israf, perilaku buruk, tabdzir, bahkan dapat membuat strata sosial di masyarakat. Hal ini menjadi menarik untuk dianalisis bagaimana pergeseran ini terjadi. Desain penelitian ini adalah kualitatif dan berbicara tentang keputusan konsumsi oleh manusia dimana banyak faktor yang mem- pengaruhinya seperti budaya dan religiusitas. Religiusitas juga berperan dalam proses pengambilan keputusan. Di samping itu, konsumsi dipandang dari perspektif identitas moral, perlu integrasi antara sistem moral dan diri. Penelitian ini menemukan bahwa hasrat memiliki hubungan yang mendalam dengan proses imitasi, identitas diri dan komitmen agama serta adanya fenomena pergeseran tentang fungsi nilai: dari fungsional menjadi hasrat posisional yang terjadi di sekitar masyarakat.
Keywords:
References
Beach, L.R. and Connoly, T. 2005, The Psychology of Decision Making, USA: Sage Publication, Inc. Falk, P. 1994. The Consuming Body, London: Sage Publication
Guiso, L., Sapienza, P. and Zingales, L. 2006, “Does Culture affect
Economic Outcomes”, The Journal of Economic Perspectives, Vol. 20, NO. 2. p.23-48
Ismail, T and Rohman, F, 2013, “Consumption Ritual in Javanese Wedding Ceremony: Ethnography Research in Indonesian Regency-KabupatenNgawi, Asia Pasific Management and B usiness Application, 2, (2), p. 67.
Kamali, M.H. (1989), “Source, Nature and Objectives of Shari’ah”, Islamic Quarterly, Vol. 33, pp. 216-234.
Lee, 2006, Consumer Culture Reborn, translation. Yogyakarta: KreasiWacana
Li, E.P.H and Joy, A. (2012), “Studying Consumption Behavior Through Multiple Lenses: An Overview of Consumer Culture Theory”, Journal of Business Anthropoly, Vol. 1., No. 1, p. 149.
Lury, 1998, Consumer Culture, translation, Jakarta: Yayasan Obor.
Mokhlis, S. 2009, “Relevancy and Measurement of Religiosity in Consumer Behavior Research”, International Business Research, Vol. 2, No.3, p. 75- 84
Parboteeah, K. P., Hoegl, M. and Cullen, J.B. 2008, “Ethics and Religion: An Empirical Test of a Multidimensional Model”, Journal of Business Ethics, 80, pp. 387-398.
Rashid, M. Z. and Ibrahim, S. 2008, “The Effect of Culture and Religiosity on Business Ethics: A Cross-Cultural Comparison, Journal of Business Ethics, 82, pp. 907-917.
Schact, J. (1964). An Introduction to Islamic Law, Oxford: The Clarendor Press.
Vitell, S.J. and Paolillo J.G.P. 2003, “Consumer Ethics: The Role of Religiosity” Journal of Business, 46 (2), 151-162
Vitell, S.J., Bing, M.N., Davison, H.K., Ammeter, A.P., Garner, B.L., Novicevic, M.M. (2009), “Religiosity and Moral Identity: The Mediating Role of Self-Control”, Journal of Business Ethics, 88, pp 601-613.
Downloads
Published
Article Statistics
Issue
Section
License
Copyright (c) 2015 Jurnal Penelitian

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



