Kajian Kritis Eksistensialisme pada Kaidah Penafsiran Salaf dalam Kitab Qawāid At-Tafsir Jam’an Wa Dirāsatan
DOI:
https://doi.org/10.28918/isjoust.v6i1.12017Abstract
Kaidah tafsir tidak dapat dipisahkan dari tafsir al-Quran. Tafsir al-Quran selalu berhubungan
dengan konteks yang menaungi sebuah masyarakat. Kaidah tafsir mempunyai urgensi wajib
dipelajari agar seorang mufassir tidak jatuh pada kesalahan dalam penafsiran. tetapi seringkali
terdapat kaidah-kaidah yang mendapatkan klaim secara sepihak bahwa pendapat ulama salaf wajib
diikuti tanpa membaca keterangan kaidah itu lebih lanjut. Klaim sepihak ini dan pengetahuan yang
hanya sekilas dan sifatnya terbatas kulit saja yang kemudian membuat hasil tafsir terperangkap
dalam absolutisme. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui semangat eksistensialisme menurut
Nietzche dan bagaimana kandungan eksistensialisme pada kaidah penafsiran salaf dalam kitab
Qawaid at-Tafsir Jam’an wa Dirasatan. Artikel ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan
menggunakan pendekatan library research dengan menggunakan teori Eksistensialisme Nietzche.
Subjek dari penelitian ini adalah kaidah-kaidah penafsiran salaf dalam kitab Qawaid at-Tafsir Jam’an
wa Dirasatan. Data akan dikumpulkan menggunakan teknik dokumentasi dan data akan diolah
menggunakan systematic literature review. Hasil dari penelitian ini adalah Ketiga kaidah penafsiran salaf
dalam Kitab Qawaid at-Tafsir Jam’an wa Dirasatan secara tersirat mengindikasikan adanya semangat
eksistensialisme. Semangat eksistensialisme meliputi dua hal yaitu menolak absolutisme dan
membangkitkan kreatifitas berfikir secara mendalam. Kritik yang dilakukan oleh penulis adalah
kritik yang bersifat membangun (konstruktif).
Keywords:
References
Downloads
Published
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
