PERSPEKTIF HUKUM ISLAM TENTANG PEMBAGIAN WARIS ATAS DASAR BALAS BUDI
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana proses pembagaian warisan atas dasar balas budi dan bagaimana menurut Hukum Islam. Dengan menggunakan metode penelitian sosiologis normatif. Sampel yang dipilih adalah Desa Jajarwayang, Bojong Kabupaten Pekalongan. Analisa dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah, Proses pembagaian warisan atas dasar balas budi terjadi pada saat pewaris sudah meninggal, dimana jika pewaris meninggal kedudukan pewaris diambil alih secara otomatis kepada ahli waris yang paling dekat dengan si pewaris semasa hidupnya. Yang mana anak perempuan mendapatkan harta warisan yang paling banyak karena jasa-jasa nya kepada orang tuanya. dan dalam kompilasi hukum islam sendiri tidak membahas tentang pembagian waris atas dasar Balas Budi.
Keywords:
References
Published
Article Statistics
Issue
Section
License
Al-Hukkam: Journal of Islamic Family Law (P-ISSN: 2798-8759, E-ISSN: 2828-3066) by Faculty of Sharia, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Central Java, Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
You are free to:
- Share ” copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt ” remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
Under the following terms:
-
Attribution ” You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- No additional restrictions ” You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.

