Gender Aware Therapy Based on Mubadalah for Family Resilience Pasca Domestic Violence
DOI:
https://doi.org/10.28918/jousip.v4i2.9495Abstract
This research is motivated by the phenomenon of widespread domestic violence which has an impact on failure in the family and psychological problems faced by children. Domestic violence is showing an alarming increase and has an impact on the loss of family unity, so it is necessary to have family functioning in facing difficulties to maintain family integrity after domestic violence. The aim of the research is to find out how mubjadi-based gender aware therapy works for family resilience after domestic violence. This research is qualitative research. The subjects in the research were one family after domestic violence. Data collection methods use interviews, observation and documentation. The data analysis used is data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that family resilience after domestic violence can be seen from key family processes for adapting to situations after domestic violence. Key family processes involve three components, namely belief systems, family organization patterns, and communication processes. Meanwhile, mubjadi-based gender aware therapy for family resilience is implemented through the stages of problem conceptualization, counseling intervention and termination. In counseling interventions, how to get along between husband and wife in a good way (husnu al mu'asyarah), letting each other go (at taradhi), discussing to reach an agreement (al musyawarah), helping each other (at taawun), and understanding each other is practiced. each other (husnu at tafahum).
Keywords:
References
Amalia, A. F. (2020). Gambaran Resiliensi Pada Perempuan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). (Doctoral dissertation, Universitas Airlangga).
Aulia, S. (2014). Penanganan Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPMPP) di Kabupaten Sleman Yogyakarta 2012-2014. Yogtakarta: UIN Sunan Kalijaga.
Avita, N., & Oktalita, F. (2021). Tren Ajakan Nikah Dini di Era Disrupsi. Adhki: Journal of Islamic Family Law, 3(2), 49-61.
Awi, M. V., Mawengkang, N., & Golung, A. (2016). Peranan Komunikasi Antar Pribadi Dalam Menciptakan Harmonisasi Keluarga Di Desa Kimaam Kabupaten Merauke, e-journal “Acta Diurna”, 5(2): 1-12.
Baghi, M. G. R.; Mokalu, B. J.; & Mumu, R. (2017). Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Kelurahan Paniki Dua Kecamatan Mapanget Kota Manado. HOLISTIK, Journal of Social and Culture, 10(20): 1-12.
Bakhtiar, N., Mainizar, M., MRA, R. R., Hasgimianti, H., & Irawati, I. (2019). Konseling Pranikah Berperspektif Gender Pada Lembaga (BP4) untuk Menurunkan Tingkat Perceraian. Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender, 17(2), 153-167.
Evans, K. M., Kincade, E. A., Marbley, A. F., & Seem, S. R. (2005). Feminism and feminist therapy: Lessons from the past and hopes for the future. Journal of Counseling & Development, 83(3), 269-277.
Faidah, N., & Maarif, M. A. (2022). Literacy-Based Islamic Cultural History Learning at Islamic Elementary School. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 6(2), 110-122.
Farmawati, C. (2018). Peningkatan Peran Masyarakat dalam Pencegahan KDRT Melalui Penyuluhan Anti Kekerasan Berbasis Gender. Muwazah: Jurnal Kajian Gender, 10(2): 138-161.
Hendrayu, V. F., Kinanthi, M. R., & Brebahama, A. (2017). Resiliensi Keluarga Pada Dual Career Family. Schema: Journal of Psychological Research, 3(2), 104-115.
Ismalia, A. N., Komariah, S., & Sartika, R. (2022). Resiliensi Istri Korban KDRT: Faktor Mempertahankan Keutuhan Keluarga. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, 8(4), 1211-1216.
Kodir, F. A. (2019). Qira’ah Mubadalah: Tafsir Progresif untuk Keadilan Gender dalam Islam. Yogyakarta: Diva Press.
Komnas Perempuan. (2021). Kajian Strategik: Strategi Percepatan Penanganan Kebijakan Diskriminatif Atas Nama Otonomi Daerah Guna Memperkuat Ketahanan Nasional. Diakses di https://komnasperempuan.go.id/uploadedFiles/1657.1638627812.pdf pada tanggal 2 November 2023.
Komnas Perempuan. (2023). Catatan Tahunan Tentang Kekerasan Terhadap Perempuan Tahun 2022. Jakarta. Diakses di https://komnasperempuan.go.id/download-file/986 tanggal 2 November 2023.
Leasa, E. Z. (2019). Aspek legal spirit Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. Sasi, 24(2), 168-178.
Lestari, S. (2013). Psikologi Keluarga: Penanaman Nilai dan Penanganan Konflik dalam Keluarga. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Maulana, M. F. (2021). Forgiveness Therapy in Developing Subjective Well-Being of Homosexual Clients at Yayasan Peduli Sahabat Cibinong Bogor. JOUSIP: Journal of Sufism and Psychotherapy, 1(1), 16-31. DOI: https://doi.org/10.28918/jousip.v1i1.3886.
Missa, L. (2013). Studi Kriminologi Penyelesaian Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Kupang. Kanun Jurnal Ilmu Hukum, 15(60), 297-3121.
Munaing, M., & Niandari, R. W. (2019). Bagaimana Konsep Diri Dewasa Awal Yang Menikah Muda Dalam Menghadapi Proses Perceraian. Jurnal Psikologi SKIsO (Sosial Klinis Industri Organisasi), 1(1), 86-92.
Mustofa, A. (2021). Dzikir sebagai Metode Terapi pada Korban Penyalahgunaan Narkotika di Majelis Alim Lam Mim Gejlig Kajen Pekalongan. JOUSIP: Journal of Sufism and Psychotherapy, 1(1), 85-98. DOI: https://doi.org/10.28918/jousip.v1i1.3881
Muzakky, M. A. (2019). Analisis Metode Mafhum Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Terhadap Masalah ‘Iddah Bagi Suami. Skripsi. Semarang: Universitas Islam Negeri Semarang.
Nurzaman, A. (2017). Feminist Therapy Islam Sebagai Alternatif Menangani Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Profetik Jurnal Komunikasi, 10(1): 72-82.
Ompusunggu, V. D. K., & Sari, N. (2019). Penggunaan edmodo sebagai media pembelajaran matematika. Jurnal Curere, 3(1).1-6.
Rahayu, S. N. S. (2013). Kecemasan dan Strategi Coping Istri Yang Menjadi Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga Di Samarinda. eJournal Psikologi, 1(1): 69-79.
Rofiah, N. (2017). Kekerasan Dalam Rumah Tangga dalam Perspektif Islam. Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya, 2(1): 31-44.
Saepi, S., Kulsum, S. S. U., Salim, M. Q., Kurnia, A. J. R., & Kania, D. (2023). Upaya Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Barat Terhadap Anak Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(5), 10250-10266.
Sanyata, S. (2011). Gender Aware Therapy (Gat): Teknik Konseling Berperspektif Gender. In Prosiding Seminar dan Workshop Internasional.
Strong, B., C. DeVault, & T.F. Cohen. (2011). The Marriage and Family Experience: Intimate Relationships in a Changing Society. 6th Edition. Minneapolis: West Publishing Company.
Suliyanto. (2018). Metode Penelitian Bisnis. Yogyakarta: C.V Andi Offset.
Sugiyono, (2016). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sutriarti. S. (2018). Peran Pusat Pelayanan Terapdu Seruna Semarang Dalam Mengkoordinir Lembaga-Lembaga Layanan Untuk Memulihkan Hak-Hak dan Keadilan Bagi Perempuan Korban Kekerasan Berbasis Gender. Thesis. Semarang: Unika Katolik Soegijapranata. Di akses di http://repository.unika.ac.id/18529/ tanggal 2 November 2023.
Wahab, R. (2018). Kekerasan Dalam Rumah Tangga: Perspektif Psikologis dan Edukatif. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Wulandari, R. R. (2015). Pengaruh Program Bimbingan Individual Terhadap Keharmonisan Keluarga (Studi Pada Keluarga Yang Mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Kota Bandung). Bandung: Universitas Pendidikan Islam.
Zahro, E. B., Mardiani, D., Aulia, H., & Khodijah, U. S. (2021, June). Pengaruh religiusitas dan dukungan sosial terhadap resiliensi keluarga terdampak covid-19. In Unusia Conference, 1(1), 275-292.
Downloads
Published
Article Statistics
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Cintami Farmawati, Susan Carland, Marini Razak

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









