Pengembangan Moralitas Budaya Keagamaan Berbasis Lokal Metode Petah Manis di SDN Tampang Awang, Desa Tampang Awang, Kabupaten Banjar
DOI:
https://doi.org/10.28918/dharmahita.v2i2.12302Abstract
Petah Manis (Pelajar Tahfiz, Maju, Mandiri, dan Agamis) berhasil dan efektif dalam mengembangkan moralitas siswa sekolah dasar di SDN Tampang Awang. Metode ini secara efektif menyinergikan dua kekuatan utama: budaya religius dan kearifan lokal Banjar. Pendekatan ini terbukti lebih unggul dibandingkan model pendidikan karakter generik karena berakar langsung pada konteks sosial-budaya para siswa. Penerapan metode ini dilakukan dalam dua siklus. Siklus pertama berfokus pada pembiasaan menghafal surah-surah pendek Al-Qur'an, yang berhasil menanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab individu pada siswa. Siklus kedua, yang merupakan penyempurnaan dari siklus pertama, mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Banjar seperti semangat gotong royong dan Batuah (bermanfaat bagi sesama). Hasilnya, terjadi peningkatan signifikan dalam keterampilan sosial, empati, dan akhlak sosial siswa, seperti proaktif membantu teman dan menerapkan budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun). Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa Metode Petah Manis mampu menjawab tantangan dekadensi moral di era digital dengan membentuk fondasi karakter yang kokoh, sejalan dengan amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional untuk menciptakan peserta didik yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.
Keywords:
References
[1] Azisi, Hakimullah, A., & Badri. (2025). Pemberdayaan Guru Ngaji melalui Metode Qur’ani Sidogiri untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Teks Arab Al-Qur’an. An-Nuqthah: Journal of Research & Community Service, 5(1), 17–31
[2] Izzah, A. N. L. (2025). Inovasi Penyuluhan Anti Bullying di Sekolah dan Implikasi Pengawasan Orang Tua terhadap Pemakaian Gadget. Impact Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 34–42.
[3] Lestari, K. A., Julia, A., Putri, N. A., Darusalam, M. R., Caturiasari, J., & Wahyudin, D. (2023). Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Pembentukan Moral Anak Sekolah Dasar. Jurnal Sinektik, 6(2), 97–105.
[4] Mutaqin, E. Z., Hayati, F., & Aulia, E. S. N. (2024). Model Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Penelitian Agama, 25(1), 17–33.
[5] Sagala, K. P., Naibaho, L., & Rantung, D. A. (2024). Tantangan Pendidikan karakter di era digital. JURNAL KRIDATAMA SAINS DAN TEKNOLOGI, 6(1), 1–8.
[6] Silkyanti, F. (2019). Analisis Peran Budaya Sekolah yang Religius dalam Pembentukan Karakter Siswa. Indonesian Values and Character Education Journal, 2(1), 36–42.
[7] Rofiki, Moh., Zuhriyah, A., & Diana, E. (2022). Pengembangan Budaya Keagamaan Berbasis Kearifan Lokal dalam Meningkatkan Kinerja Guru di Sekolah Menengah Atas. Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman, 12(1), 62–75.
[8] Kabupaten Banjar. (2020). Infopublik - Disdik Banjar Launching PETAH MANIS . Banjarkab.go.id. https://infopublik.banjarkab.go.id/post/2268/dinas-pendidikan-kabupaten-banjar-launching-petah-manis
[9] syamilgroup. (2022). PETAH MANIS ala Disdik Banjar | Grup Syaamil . Syaamilgroup.id. https://syaamilgroup.id/2022/09/02/petah-manis-ala-disdik-banjar/
Downloads
Published
License
Copyright (c) 2025 Dharmahita: Journal of Community Service and Development

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






