Kembali ke berita

19 December 2025

Perkuat Konten Digital, Hijratunaa UIN Gus Dur Rekrut “Amunisi” Baru

Perkuat Konten Digital, Hijratunaa UIN Gus Dur Rekrut “Amunisi” Baru
KAJEN – Pusat Moderasi Beragama UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan resmi menggelar pelatihan sindikasi media Hijratunaa pada Selasa (10/2). Bertempat di ruang meeting LP2M, Gedung Terpadu lantai 1 Kampus Rowolaku, acara ini menjadi momentum penting bagi pengembangan media kampus dalam menyebarkan pesan-pesan moderasi di era digital. Kepala Pusat Moderasi Beragama, Muhammad Alghiffary, secara strategis merekrut empat talenta muda berbakat untuk bergabung dalam tim. Formasi baru ini terdiri dari dua mahasiswa Program Studi Informatika dan dua mahasiswi Program Studi Tadris Bahasa Indonesia. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap konten yang diproduksi tidak hanya tajam secara substansi, tetapi juga estetik secara visual. Dalam sambutannya, Alghiffary menjelaskan bahwa kehadiran mahasiswa Informatika diproyeksikan untuk memperkuat aspek teknis, mulai dari pengelolaan website hingga pembaruan desain tampilan agar lebih modern. Sementara itu, mahasiswi Tadris Bahasa Indonesia dipercaya untuk memegang kendali pada sisi kurasi dan penyuntingan naskah, memastikan setiap tulisan mengalir dengan bahasa yang rapi dan mudah dipahami. Pelatihan ini menghadirkan Azzam Nabil Hibrizi sebagai pemateri utama. Sosok alumni Hijratunaa yang kini tengah bersiap melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut membagikan pengalaman serta teknik sindikasi media kepada para anggota baru. Kehadiran Azzam diharapkan mampu menularkan semangat profesionalisme dan standar kualitas yang tinggi bagi regenerasi media Hijratunaa. Dengan adanya tambahan “amunisi” baru ini, Alghiffary menaruh harapan besar agar media Hijratunaa tampil lebih memikat dan relevan dengan tren masa kini. Melalui perpaduan desain yang segar dan narasi yang kuat, media ini ditargetkan mampu menjangkau audiens yang lebih luas dan meningkatkan minat masyarakat dalam mengonsumsi konten-konten bertema moderasi beragama.