Integrasi Nilai-Nilai Paulo Freire Dalam Kurikulum Pendidikan Islam
DOI:
https://doi.org/10.28918/artik.v1i1.11455Abstrak
Artikel ini mengkaji integrasi nilai-nilai emansipatoris Paulo Freire ke dalam kurikulum pendidikan Islam sebagai respons terhadap kecenderungan sistem pembelajaran Islam yang masih didominasi pendekatan otoriter dan kognitif semata. Pendekatan yang minim ruang dialog dan refleksi kritis ini dikhawatirkan menghambat lahirnya generasi yang kritis dan transformatif. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, dengan menganalisis karya-karya Freire dan literatur pendidikan Islam untuk menemukan titik temu filosofis dan pedagogis antara keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip dialog, kesadaran kritis (conscientization), dan pembebasan yang ditawarkan Freire memiliki relevansi kuat dengan nilai-nilai pendidikan Islam, seperti tauhid, penggunaan akal, keadilan, dan tanggung jawab sosial. Integrasi ini memungkinkan lahirnya model pendidikan Islam yang tidak hanya saleh secara ritual, tetapi juga sadar secara sosial dan aktif memperjuangkan keadilan. Kesimpulannya, nilai-nilai Freire dapat memperkuat paradigma pendidikan Islam agar lebih membumi dan kontekstual, sekaligus mendorong lahirnya kurikulum yang transformatif dan humanistik.
Kata Kunci:
Referensi
Unduhan
Diterbitkan
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Zacky Al-Ghofir El-Muhtadi Rizal

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.





