WARIA’S RELIGION AND INTERRELIGIOUS DIALOGUE: A Case of Waria Community in Kebaya NGO, Yogyakarta

Authors

  • Muta'ali Arauf

DOI:

https://doi.org/10.28918/religia.v18i1.623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami ‘Agama waria’ dan dialog antariman, dalam artian bahwa mereka mempunyai pengalaman keberagamanya. Mereka punya pandangannya tersendiri tentang Tuhan, tentang ibadah, tentang takdir, dan dosa. Mereka memandang Tuhan dalam intimasi personal yang mendalam. Mereka juga memosisikan Tuhan sebagai satu-satunya dzat yang membuat mereka tercipta sebagai waria. Terlepas dari bagaimana pandangan mereka tentang dosa dan tidaknya “menjadi waria”, yang jelas relasi mereka dengan Tuhan masih sering terjadi di ruang privat.

Keywords:

Waria, Religion, Interreligious dialouge

References

Downloads

Published

2015-04-07

Article Statistics

83 Views
64 Downloads

Issue

Section

Articles

How to Cite

WARIA’S RELIGION AND INTERRELIGIOUS DIALOGUE: A Case of Waria Community in Kebaya NGO, Yogyakarta. (2015). Religia, 18(1), 87-108. https://doi.org/10.28918/religia.v18i1.623