PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM PEMBANGUNAN BERBASIS PARTISIPASI
DOI:
https://doi.org/10.28918/muwazah.v2i2.8796Abstract
The process of empowerment of women involves several components but the most responsible and the key is the women themselves. Instruments or other dimensions that are beyond the individual merely as a facilitator and motivator of the process of empowerment of women. In addition, women’s empowerment process also involves the social climate or atmosphere that occurs in society, and environmental conditions within and outside the community who become the object of women’s empowerment. Therefore, the approach made possible the participation of women could participate actively involved in development. The assumption is that knowing the needs of women, resources and problems that exist in women is the women themselves. So women have a very large contribution to development of successfully.
Keywords:
References
Adi, I. R.. 2002. Pemberdayaan, Pengembangan Masyarakat dan Intervensi Komunitas, Pengantar Pada Pemikiran dan Pendekatan Praktis, Jakarta, LPFE,UI.
Artein & Wilcox, D. 1994. The Guide to Effective Participation, Delta Press, Brighton, London.
Bryant, C. dan White, L. G., (1987). Managing Development in Third Workd Westview Press, Boulder, Colo- rado
Budiman, Arif. 1995. Teori Pembangunan Dunia Ketiga, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Conyers, D. 1991. Perencanaan Sosial di Dunia Ketiga, Suatu Pengantar. Terjemahan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Fageance, M. 1997. Citizen Participation in Planning, Pergamen Press, Oxford.
Islamy, M. I, 2004. Membangun Masyarakat Partisipatif, Jurnal Ilmiah Administrasi Publik. 4 (2): 3-9. Koentjaraningrat. 2000. Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Jakarta: Dian Rakyat.
Korten, D dan Syahrir, 1998, Pembangunan Berdimensi Kerakyatan, Yayasan Obor, Jakarta
Korten, D. 2001. Menuju Abad Ke 21: Tindakan Sukarela dan Agenda Global. Jakarta: Yayasan Obor Indo- nesia.
Oetomo, A. 1997. Konsep dan Implementasi Penerapan Peran Serta Masyarakat dalam Penataan Ruang di Indonesia. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Prijono, O. S. dan A.M.W. Pranarka, 1996. Pemberdayaan: Konsep, Kebijakan dan Implementasi, CSIS, Jakarta. Prasojo, E. 2004. People and Society Empowerment: Perspektif Membangun Partisipasi Publik, Jurnal Ilmiah Administrasi Publik.
Rondinelli, D. A., 1981. Development Projects as Policy Experiments An Adaptive Approach to Development Administration. Routledge, New York
Saiful, A. 2000. Menolak Pembangunanisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Sastropoetro. S., 1988. Partisipasi, Komunikasi, Persuasi dan Disiplin dalam Pembangunan Nasional. Bandung, Alami.
Schoorl, J.W., 1990. Modernisasi, Pengantar Sosiologi Pembangunan Negara-negara Sedang Berkembang. PT. Gramedia.
Sitanggang, H. 1999. Perencanaan Pembangunan Suatu Teori dan Praktek. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Soekamto, H. dkk.,2 004. Partisipasi Masyarakat Dalam Penanggulangan Kemiskinan, Jurnal Ilmiah
Administrasi Publik. 4 (2):79-98.
Sutomo, S. 2002. Perencanaan Partisipatif. Jakarta: CV. Cipruy.
Sumodinigrat, G. 1998. Membangun Perekonomian Rakyat. Pustaka Pelajar, Yogyakarta. Susanto, H. 2003. Otonomi Daerah dan Kompetensi Lokal. Jakarta: PT. Dyatama Milenia.
Supriatna, T. 2000. Strategi Pembangunan dan Kemiskinan. Jakarta: Rineka Cipta.
Strahm, R. H. 1995. Kemiskinan Dunia Ketiga: Menelaah Kegagalan Pembangunan di Negara Berkembang.
Jakarta: PT. Pustaka Cidesindo.
Tjokrowinoto, M. 2001. Pembangunan Dilema dan Tantangan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Downloads
Published
License
Copyright (c) 2010 Muwazah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

