Gender dan Perceraian: Kasus Cerai Gugat Di Pengadilan Agama Bekasi

Authors

  • Mazro’atus Sa’adah Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Pacitan

DOI:

https://doi.org/10.28918/muwazah.v10i1.2030

Abstract

This study explores the causes of divorce in Pengadilan Agama Bekasi, as well as the relation with gender issues. This study uses a qualitative approach. Data collection techniques with interviews, observation and literature studies. Analysis techniques using interactive models. The results show that the factors causing the divorce are economic factors, irresponsible husbands' factors, domestic factors of abuse, factors of infidelity and polygamy. The higher the gender awareness of a woman, the higher of the divorce case. This gender awareness is usually owned by women who have higher education, women who are aware of their rights and obligations, independent women, and who are aware of husband and wife relations.

Keywords:

Women, Gender-aware, Divorce

References

Anwar, Etin. Gender and Self in Islam. London and New York: Routledge, 2006.

Dokumen PA Bekasi tentang Rekapitulasi Laporan Perkara Tahun 2017

Ekaningsih, Lely Ana Ferawati. “Pola Resistensi Perempuan Terhadap Dominasi Suami (Studi Kasus Gugat Cerai Perempuan PNS Di Kabupaten Banyuwangi)” dalam Journal Islam Indonesia, Vol. 6, No. 2 (2016).

Fitria, Vita, dan Ummah, Sun Choirol. “Peran Gender Suami Istri Dalam Keluarga dan Kasus Cerai Gugat”, dalam Jurnal Penelitian Humaniora. Vol. 17, No. 1, April

Habsul, Wannimaq. Perkawinan Terselubung di Antara Berbagai Pandangan. Jakarta : PT. Golden Terayon Press, 1994.

Hasyim, Syafiq. Hal-hal yang Tak Terpikirkan tentang Isu-isu Kewanitaan dalam Islam. cet. 1. Bandung: Mizan, 2001.

http://metro.sindonews.com/

https://www.merdeka.com/peristiwa/bany ak-istri-di-bekasi-gugat-cerai- suami.html

Ibrahim, Sulaiman. “Hukum Domestikasi dan Kepemimpinan Perempuan Dalam Keluarga”, dalam al-Ulum: Jurnal Studi-Studi Islam, LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo, Vol. 13, No. 2, Desember 2013.

Inpres No. 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam (KHI) Mutahhari, Morteza. Wanita dan Hak-

haknya dalam Islam, Alih Bahasa

M. Hasyem. cet.1. Bandung: Pustaka, 1985.

Na’mah, Ulin. Cerai Talak: Maknanya Bagi Para Pelaku Matrilocal Residence di Lingkungan Masyarakat Muslim. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015.

Rohmaniyah, Inayah. “Gender dalam Islam,” dalam Esensia, vol. 1, no. 1, Januari 2000.

Sa’adah, Mazro’atus. “Profil Perempuan dalam Al-Qur’an (Studi Tafsir Tematik dan Analisis)”, dalam At- Tuhfah : Jurnal Studi Keislaman, Vol. 3, No. 4, Januari-Juni, 2014, LP3M IAI Sunan Giri Bojonegoro.

Subhan, Zaitunah. Women Empowerment Issues in Islam. Jakarta: el-Kahfi, 2012.

Umar, Nasaruddin. Argumen Kesetaraan Jender Perspektif al-Qur'an. cet.1. Jakarta : Paramadina, 1999.

UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan

Wadud, Amina. Qur'an Menurut Perempuan Meluruskan Bias Gender Dalam Tradisi Tafsir. Ahli Bahasa Abdullah Ali. cet.1. Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta, 2001.

Wawancara dengan Ketua PA Bekasi, ibu Dra. Hj. Siti Zurbaniyah, SH, MHI, pada hari Kamis, 01 Maret 2017

pukul 11.30 WIB.

Published

2018-06-30

Article Statistics

173 Views
149 Downloads

Issue

Section

Artikel

How to Cite

Gender dan Perceraian: Kasus Cerai Gugat Di Pengadilan Agama Bekasi. (2018). Muwazah, 10(1), 47-57. https://doi.org/10.28918/muwazah.v10i1.2030