Optimalisasi Wakaf untuk Mengurangi Ketimpangan Ekonomi dan Beban Pajak di Indonesia

Authors

  • Mochammad Alfian Dwi Bhaihaqi Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sunan Ampel, Surabaya
  • Hastanti Agustin Rahayu Program Studi Akuntansi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sunan Ampel, Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.28918/jaais.v6i1.10490

Abstract

Ketimpangan ekonomi dan beban pajak yang tinggi masih menjadi tantangan dalam sistem ekonomi Indonesia. Wakaf, sebagai instrumen keuangan sosial dalam Islam, memiliki potensi besar dalam mendukung distribusi ekonomi yang lebih merata dan mengurangi ketergantungan negara terhadap pajak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran wakaf dalam mengurangi ketimpangan ekonomi serta potensinya dalam meringankan beban pajak di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan analisis kebijakan, dengan sumber data yang mencakup regulasi, wawancara ahli, serta berbagai literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi wakaf produktif dapat memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat dan berkontribusi pada sistem perpajakan yang lebih adil. Beberapa negara telah menerapkan insentif pajak bagi donatur wakaf sebagai strategi untuk meningkatkan filantropi Islam, yang dapat menjadi model bagi Indonesia. Namun, masih terdapat tantangan dalam regulasi dan tata kelola wakaf yang perlu diperbaiki. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan syariah, dan sektor swasta dalam mengembangkan kebijakan yang mendukung wakaf sebagai instrumen ekonomi yang lebih efektif.

Keywords:

Wakaf Produktif, Ketimpangan Ekonomi, Kebijakan Fiskal

References

Downloads

Published

2024-06-24

Article Statistics

485 Views
610 Downloads

Issue

Section

Artikel

How to Cite

Optimalisasi Wakaf untuk Mengurangi Ketimpangan Ekonomi dan Beban Pajak di Indonesia. (2024). Jurnal Akuntansi Dan Audit Syariah (JAAiS), 6(1), 53-67. https://doi.org/10.28918/jaais.v6i1.10490